Thursday, June 22, 2017

Cara Mengambil Gambar Streetphotography


Banyak sekali contoh "street photography" yang dapat kita temukan di situs-situs internet, Flickr, dan dalam buku dan majalah. Tapi bagaimana caranya kita tahu foto itu bagus atau jelek? Dan bagaimana cara kamu menilai foto kamu sendiri?
Mungkin kamu bisa meng-upload foto kamu ke facebook atau flickr atau lainnya dan melihat komentar dari teman-teman kamu, tapi apakah yang mereka katakan itu benar? Dan berdasarkan apa mereka memberikan komentar itu? Sebenarnya, kebanyakan kritikan tersebut bersifat subjektif.

Dibawah ini adalah sepuluh kriteria tentang "street photography" yang bagus. Setelah kamu membaca artikel ini, lihatlah seberapa baik foto yang kamu ambil berdasarkan 10 aturan ini.

1. Didalam foto itu ada orang

Coba lihat buku street photography, kamu dapat menemukan gambar burung merpati atau bangunan, bukan orang. Gambar ini sering di katakan sebagai 'still life
'. Orang lainnya mengatakan itu adalah sebuah kontradiksi.  Foto ini mungkin sangat bagus berdasarkan hak mereka sendiri. Tapi itu bukan 'street photography'.

2. Wajah orang-orang didalamnya terlihat jelas

Kamu juga dapat melihat street photography yang hanya memperlihatkan punggung orang-orang, atau hanya kaki mereka. Tidak dibutuhkan banyak keberanian untuk mendapatkan gambar seperti itu. Dengan demikian mereka tidak memiliki penanda utama dari kerja street photographer yang  sebenarnya: sebuah close up dari wajah seseorang. Untuk mendapatkan foto seperti ini tidak mengharuskan fotografer untuk  berdiri dihadapan objek.

3. Mata orang-orang didalamnya terlihat

Mata manusia itu dapat mengungkapkan kepribadian, mereka memberitahu kita banyak hal tentang seorang individu. Dan jika kita tidak bisa melihat mata seseorang, itu akan terasa kurang memuaskan. Kita merasa dicurangi.
Jadi, setiap foto dimana objeknya sedang melihat kebawah, melihat ke arah lain, atau memakai kaca mata hitam, sehingga kamu tidak bisa melihat mata mereka - itu adalah sebuah foto yang kurang sempurna.

4. Objek foto adalah normal, bukan performer (penampilan yang disengaja seperti penyanyi dan penari)

Dimana saja kamu melihat atraksi di jalanan, seperti sulap, musisi jalanan, atau bahkan upacara petugas keamanan, kamu akan melihat orang-orang mengambil gambar mereka.
Ada banyak alasan untuk melakukan ini. Sang performer terikat pada satu titik dimana mereka berada, dan harus menghibur orang banyak. Dan si fotografer hanya satu dari sekian banyak kerumunan itu. Jadi dibutuhkan usaha yang lebih banyak untuk mendapatkan foto seperti ini.

5. Gambarnya menarik

Foto yang ideal dapat membingkai personality seseorang. Tidak cukup hanya dengan mendapatkan foto yang tajam dan ter-eksposure dengan baik. Foto juga harus menarik.
Seorang street photographer yang baik memiliki sense of humor, dan menangkap kehidupan yang aneh dari jalanan.
Keanehan itu bisa berupa jajaran orang yang kontras atau adegan emosional, papan visual permainan kata-kata, atau kombinasi dua objek yang seharusnya tidak ada pada satu tempat yang sama.

6. Foto yang menyampaikan sebuah cerita

Gambar sebaiknya dapat menyampaikan sebuah pesan atau membuat kita dapat memahami apa yang sedang terjadi. Jika foto tersebut memiliki sebuah narasi, ia akan menjadi lebih menarik.
Itu sebabnya foto kamu harus menunjukkan dimana kejadiannya berlangsung. Fotonya akan memberikan sebuah potongan kehidupan. Ia membuat kita merenungkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ia bisa saja berupa dua orang yang sedang adu argumen. Bisa saja seorang tunawisma yang sedang meminta sedekah. Apapun objeknya, sebaiknya ia dapat menyampaikan sebuah cerita.

7. Berfokus pada perhatian yang melihat

Saat kamu melihat sebuah street photo, kamu harus tahu secara instingtif apa yang seharusnya kamu lihat. Jika terlalu banyak orang didalam foto, kemungkinan akan kurang jelas maksud dari foto tersebut.
Sebagaimana sudah kita lihat diatas, sebuah foto harus menyampaikan sebuah cerita. Dan itu berarti seseorang harus menjadi pahlawan. Seseorang harus berdiri di dalam foto itu sebagai pahlawan tersebut.

8. Gambarnya tajam dan fokus

Foto street photography tidak harus setajam wildlife, nature atau foto portrait. Dengan kealamian dari even yang ada, kamu dapat menangkap kejadian yang hanya sekejap.
Untuk dapat mencapai tingkat ahli, foto yang kamu ambil harus tajam. Foto seperti apapun namun tidak tajam adalah foto amatir. Sebuah foto yang mengalami getaran dari kamera atau tidak fokus tidak dapat diterima.

9. Foto memiliki komposisi yang baik

Foto dengan komposisi yang baik memiliki tema utama, dan tidak dikacaukan dengan fitur yang tidak perlu. Setiap bagian di gambar harus memiliki peran masing-masing dan berkontribusi terhadap foto.
Pusat perhatian harus terletak pada satu dari tiga (prinsip komposisi).
Selanjutnya bisa juga terdapat elemen framing, seperti misalnya pohon yang mengarahkan mata kepada karakter utama foto.

10. Foto tidak memiliki latar belakang mengganggu

Fotografer profesional memberikan perhatian kepada background sebanyak yang diberikan kepada objek, dan amatir tidak melakukan ini.
Itulah sebabnya amatir memiliki menara pemancar mencuat dari kepala orang.
Singkatnya, tembakan yang baik membutuhkan keberanian dan keterampilan

Seorang street photographer yang baik memiliki mata untuk sebuah foto, tangan yang mantap, dan kemauan untuk menempatkan diri mereka dalam risiko. Mereka menghadapi orang-orang dan mengambil gambar mereka, baik diam-diam atau tidak.

Seberapa baik gambar Anda cocok dengan 10 aturan?
Sumber: http://www.dpreview.com/

0 comments:

Post a Comment