Wednesday, November 4, 2015

Bening

Lewat lima bulan sejak kami pulang dari perantauan di negeri seberang, baru beberapa hari ini saya benar-benar merasakan nikmatnya berada di kampung halaman. Berbagai masalah tahunan yang selalu melanda kota khatulistiwa sejak beberapa dekade ke belakang telah lewat. Bukan mengeluh, hanya review sedikit tentang apa masalah yang melanda tersebut. Masalah yang terjadi di kota Pontianak setiap masuk musim kemarau adalah lahan yang dibakar (bukan kebakaran) sehingga melepaskan asap ke atmosfer yang kemudian menjadikan udara tidak sehat untuk. Tidak hanya CO2 yang membuat penangkapan oksigen untuk tubuh berkurang, udara juga dipenuhi partikel abu halus yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Konsentrasi CO2 yang sangat tinggi di udara membuat udara kota Pontianak yang memang panas menjadi semakin panas. Seperti yang kita ketahui, CO2 adalah gas yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas ini menahan panas di atmosfer bumi sehingga suhu udara sekitarnya naik. Suhu udara yang tinggi biasanya membuat kita lebih sering berkeinginan untuk mandi, badan yang rasanya "lengket" karena debu dan garam dari keringat tentu akan terasa segar sekali kalau disiram dengan air. Tapi saat musim kemarau, keinginan itu hanya bayang-bayang kecuali jika kita memiliki uang yang membuat kita bingung bagaimana menghabiskannya (untuk beberapa orang).  Karena apa? Karena air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi dan Mencuci) akan menjadi payau, bahkan asin saat musim kemarau. Mandi hanya menjadikan tubuh kita dingin sementara, namun rasa lengket tersebut akan sulit untuk hilang karena air untuk kita mandi mengandung garam. Kecuali jika anda bersedia membeli air mineral (galon) untuk mandi. Jika tidak, selamat menikmati air laut Jawa di tengah kota.

Alhamdulillah, sekitar dua minggu belakangan hujan telah turun dengan derasnya di kota Equator ini. Apalagi di bulan November ini, bulan November setahu saya memang seharusnya adalah bulannya musim hujan. Seingat saya juga, hampir setiap 1 November itu juga hujan selalu turun. Mungkin karena hujan selalu turun di Kota Pontianak pada tanggal 1 November, sehingga Gun's n Roses membuat lagu dengan judul November Rain. Percaya atau tidak, itulah salah satu hal tentang lagu November Rain yang sangat bohong. Btw, lagu ini adalah salah satu lagu yang paling saya sukai, selain karena saya senang musik, juga karena aransemennya yang menurut saya indah, juga karena saya senang hujan, dan juga karena saya senang berbagai hal di dunia ini.

Semalam, kami (saya dan dinda, dan kakak ipar dan abang biras, dan kerabat, dan seorang teman dari Jepang) jalan-jalan melindas beberapa ruas jalan di kota Pontianak. Malam tadi saya benar-benar baru merasakan kota Pontianak yang bening, udara yang menurut saya nampak sangat bersih. Tanpa asap dan debu. Udara terasa sangat lega sekali. Masih bisa saya ingat dengan jelas udara saat musim asap kemarin, bahkan udara dalam masjid terbesar di kota Pontianak juga tampak keruh. Pemandangan malam tadi sangat kontras dengan kondisi saat musim kemarau tersebut, sangat bening. Alhamdulillah saya sempat merasakan salah satu malam bening tersebut bersama beberapa orang terdekat.

2 comments:

  1. Iye da ye, semalam bening. Segar.

    Btw, sekarang mati lampu nih. Tak ade habisnye mati lampu terus, hhihi. Untung masih ade baterai

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf baru respon cantik.... bening udaranye ni jadi rase ngeliat HD Blue Ray...
      memang heran gak same pln tu..

      Delete