Friday, July 10, 2015

Saya Masih Ingusan

Dua malam lalu, saya berkunjung ke salah satu warkop di Kota Pontianak. Salah satu dari banyak warkop, tapi yang saya kunjungi relatif dekat dengan tempat tinggal. Jalan Imam Bonjol (orang Pontianak tentu tahu dengan jalan ini). Itu adalah kali ketiga saya mengunjungi warkop tersebut, pertama kali mengunjunginya, saya membicarakan sebuah startup bersama teman-teman. Satu hal yang terasa kurang menyenangkan dari warkop adalah bau rokok yang sangat pekat, hal itu saya sadari setelah pulang kerumah dan dinda mengatakan kalau baju yang saya pakai berbau rokok. Ternyata saat mencium baju tersebut, memang bau sekali.

Kenapa judul curcol ini "Saya Masih Ingusan"? Jawabnya, karena saya sedang ingusan sekarang. Ingusan yang sedang saya alami mungkin karena rokok, tapi bukan karena saya merokok.  Rokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang memicu ingus, seperti yang saya ceritakan di awal, warkop tempat saya nongkrong udaranya pekat dengan asap rokok. Jadi sadar atau tidak, asap rokok dan racunnya sudah masuk ke dalam paru-paru saya.

Tapi rokok tidak sendirian dalam memicu melernya ingus saya, kipas angin dan begadang turut berperan membuat tubuh ini drop. Padahal sudah beberapa kali saya menulis tentang pentingnya tidur di awal malam untuk menjaga kesehatan seperti di sini. Tapi memang praktek tidaklah semudah teori, walaupun terkadang teori juga sulit. Jadinya, saya masih relatif sering tidur larut malam, bahkan beberapa hari sebelum ngembun kemarin, saya sempat tidur jam enam pagi setelah menghabiskan malam dengan menonton film.

Saat kewarkop kemarin, saya duduk di bagian dalam warkop karena tidak ada lagi kursi yang tersedia di bagian depan warkop yang terbuka. Belum lengkap, tempat duduk yang saya duduki berada tepat di depan kipas angin yang menghembuskan udara dengan kencang. Jadi, asap rokok, embun malam, dan tubuh yang dipaksa untuk terjaga bersatu padu menjatuhkan kesehatan tubuh ini. O iya, ada yang lupa, asap pembakaran lahan musim kemarau yang memenuhi atmosfer kota Pontianak mungkin juga ambil bagian.

Sekarang, ingus yang ditarik-tarik ke dalam hidung menyebabkan suara yang mengundang perhatian orang-orang disekitar saya. Hingga kakak ipar saya mengatakan, "Jani masih ingusan y...." :v

7 comments:

  1. Samaan nih gan masih ingusan juga. Tiap pagi malah sering ingusan. Untung deh gak ngerokok bisa aja ingusannya tambah parah

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah gan, untung nggak ngerokok.... udah ingusan, tambah berasap pula...

      Delete
  2. hahahaa,, rokok sy salah satu penyebabnye tu.. maaf bg ye

    ReplyDelete
  3. bener banget kang, mending cuma ingusan aja daripada ingusan plus bau asap.. :)

    ReplyDelete