Sunday, May 17, 2015

Wangi-wangi di Perumahan IPB Alam Sinarsari Bogor

Setiap kali lewat jalan utama komplek pas belokan ke dalam jalan rumah kontrakan yang kami tinggali saya merasa sangat familiar dengan suasananya. Rasanya ada tempat di Pontianaka yang sering saya lewati yang memiliki gambaran yang sama dengan jalan depan komplek ini. Setelah berkali-kali lewat akhirnya saya berkesimpulan bahwa simpang jalan tersebut mirip dengan belokan jalan dekat rumah mertua di Pontianak.

Kemiripan tersebut hanya sekilas, tidak ada hal lain yang menarik sebenarnya dari simpang jalan tersebut, kecuali....

Saat baru pindah ke rumah kontrakan ini, saya pernah berjalan kaki saat hari gelap melewati jalan yang saya ceritakan diatas. Ketika baru saja melewati belokan jalan tersebut sesuatu membelai halus indera penciuman saya. Seperti wewangian yang dipakai oleh orang-orang yang pergi ke masjid. Saya segera menyingkirkan pikiran yang aneh-aneh dan meyakinkan diri bahwa wangi tersebut mungkin berasal dari orang yang duluan dari saya melewati jalan tersebut. Alhamdulillah pengalaman tersebut tidak pernah terulang dan tidak menjadi bahan pikiran yang mengganggu... hingga...

Malam sabtu kemarin lewat seorang mamang sekoteng di gang, mamang tersebut berhenti di depan rumah yang kami tinggali karena ada yang ingin membeli. Ternyata Pak Agus tetangga kami yang memanggil, disusul kemudian pak Nyoman, dan saya menyusul paling belakang. Saat saya sampai, ternyata si mamang Sekoteng sedang bercerita tentang kisah para pedagang malam yang kadang beristirahat di pos jaga di belakang komplek perumahan kami. Menurut si mamang, para pedagang malam tersebut seringkali tertidur di pos tersebut dan terkadang ada yang membangunkan mereka.. dan yang membangunkannya bukan manusia.

Si mamang juga menyebut bahwa di simpang jalan yang saya ceritakan diatas juga ada yang nungguin. Lebih tepatnya di gardu. Karena dari kecil saya tahunya gardu itu gardu listrik, saya jadi bingung, karena tidak ada gardu listrik di depan gang kami. Ternyata yang mamang maksud adalah bangunan pos jaga di depan gang, hanya beberapa meter dari tempat saya mencium aroma wangi yang saya alami beberapa minggu lalu. Pak Agus menyambung cerita mamang sekoteng, bahwa dulu dia sering mencium aroma wangi di dekat gardu itu. Saya yang mendengar pernyataan pak Agus langsung menyambung bahwa saya pernah mencium wangi itu juga. Pak Agus ternyata mengira sudah tidak ada lagi wewangian di tempat itu, namun ternyata masih ada. #merinding

Si Mamang sekoteng menyebutkan tempat-tempat di sekitar perumahan ini dan "siapa" saja yang nungguin. Saya sendiri kurang tahu dengan tempat-tempat tersebut karena saya orang baru. Setelah Pak Agus menghabiskan sekotengnya, kami bubar ke rumah masing-masing. Saya sendiri membawa cerita yang..... bikin merinding....

0 comments:

Post a Comment