Tuesday, May 12, 2015

Pulang Kampung ke Balai Selasa (1991)

Banyak hal yang kita alami saat masih kecil, tapi pada umumnya tidak banyak yang bisa kita ingat dari berbagai kejadian tersebut. Kalaupun ingat, kebanyakan adalah ingatan bawah sadar. Ingatan bawah sadar itu semacam trauma. Saya sendiri tidak bisa mengingat terlalu banyak seperti orang lain pada umumnya. Dari sedikit hal yang bisa saya ingat itu, salah satunya adalah tentang perjalanan ke kampung ibu saya di Balai Selasa, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Saat itu saya belum sekolah, umur sekitar 6 tahun. Hingga saya menginjak SMP (kalau tidak salah), hanya cerita perjalanan tersebut selalu saya tulisan saat mendapat tugas mengarang dari guru. Karena perjalanan itu adalah perjalanan terbesar saya sepanjang masa.

Saat perjalanan itu berlangsung, saya belum tahu dengan apa yang dimaksud dengan tahun, tapi pada tahun berikutnya saya baru tahu, dan perjalanan pulang kampung itu saya ketahui berlangsung sekitar tahun 1991. Kami berangkat dari Pontianak menggunakan pesawat Hercules. Dulu memang pesawat militer ini bisa ditumpangi oleh masyarakat sipil, jika kita mau mencoba bertanya dan memang ada jadwal penerbangan yang sesuai dengan tujuan kita.

Dari Bandara Supadio Pontianak, Hercules mengudara. Saya ingat tempat duduk pesawat tersebut tidak seperti pesawat komersial yang kita lihat sekarang. Tempat duduknya seperti tempat duduk angkot, berada di pinggir dalam badan pesawat. Tentu saja karena Hercules memang pesawat angkut militer, bukan angkut orang. Saya berusaha melihat keluar pesawat melalui jendela. Namun ibu saya dengan sigap mencegah saya, dan saya tidak mengerti kenapa.

Mungkin sekitar sejam kemudian setelah lepas landar, kami mendarat. Sebentar, kalau tidak salah ingat, Hercules mendarat di sebuah lapangan terbang yang terletak di sebuah pulau yang bernama Natuna. Saat turun dari pesawat, saya melihat seorang laki-laki ditegur bapak-bapak tentara karena membuang puntung rokok di tengah lapangan terbang. Saya hanya melihat, dan terus berjalan ke bangunan yang berada di tepi lapangan terbang itu.

Setelah istirahat beberapa menit dibandara di tengah pulau itu, Hercules kembali mengudara, menuju lapangan terbang selanjutnya, yaitu... saya lupa... #nelponibudulu..

0 comments:

Post a Comment