Saturday, May 30, 2015

Martabak Manis Coklat Wijen

Pindah kontrakan bagi saya dan dinda bukan sekedar pindah rumah, tapi juga pindah langganan kuliner. Kontrakan terbaru kami di Perumahan IPB Alam Sinarsari membawa kami kepada kuliner-kuliner baru yang ada di sekitarnya, salah satunya adalah jajanan Martabak Manis. Sebelumnya di jalan raya Cibanteng, banyak sekali penjual martabak manis, tapi yang paling cocok dengan lidah kami adalah yang berada di depan jalan Cibanteng Proyek yang merupakan martabak manis dengan label Minang.

Demikian pula yang didepan komplek Alam Sinarsari, labelnya juga minang dengan nama Martabak Manis Kubang. Namun rasa martabak manis langganan kami yang baru ini menurut saya rasanya lebih menggoyang lidah. Cake-nya terasa lebih berlemak, uda penjualnya lebih dermawan, toping martabak manisnya lebih banyak daripada tempat-tempat lain yang pernah kami beli. Salah satu topik martabak manis favorit kami adalah Martabak Manis Coklat Wijen, penampakannya seperti dibawah ini.

Martabak Manis Coklat Wijen
Martabak Manis Coklat Wijen Kubang - Perumahan IPB Alam Sinarsari
Kalau dipenjual yang lain saya melihat mereka banyak sekali menggunakan gula diatas cake-nya, kalau Martabak Manis Kubang juga menggunakan susu kental manis. Susu kental manisnya juga cukup banyak ditambahkan. Demikian pula dengan butiran coklat dan wijennya, relatif banyak sekali. Pokoknya terasa sekali. Bagian luar martabak manis tersebut dilumuri dengan margarin yang walaupun tampak tidak terlalu banyak di balurkan, namun tetap terasa dan membuat martabak manis tersebut lebih legit. 

Selain Martabak Manis Coklat Wijen, menu lain favorit kami adalah Martabak Manis Coklat Kismis. Yang ini rasanya tidak kalah menggoda, in sya Allah nanti akan saya posting juga fotonya.

4 comments:

  1. Kalo ini sih makanan favorit banyak orang ya, mengenyangkan dan yummy banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget tu mbak, yummy dan mengenyangkan... kadang dijadikan sarapan juga... :D

      Delete
  2. Nyam!! :D Isi kismis, coklat pula, aduduh...

    ReplyDelete