Monday, May 11, 2015

Kopi Berhubungan dengan Penurunan Resiko Penyakit Jantung dan Kanker

Sejak masih kuliah saya sudah cukup sering minum kopi, sementara teman-teman nongkrong minum teh es, dulu saya hampir selalu memesan secangkir kopi panas. Terkadang rasanya jadi tua duluan. Saya tetap menikmati kopi hingga suatu saat rasanya perut agak terganggu dengan asam lambung. Kemudian saya lebih sering minum teh hangat.

Suatu saat saya membaca artikel tentang kopi yang menyatakan bahwa maag atau asam lambung lebih banyak berhubungan dengan stress dan sugesti. Setelah membaca itu, saya kembali mengkonsumsi kopi lebih sering. Tapi tidak sesering dulu. Tapi apa hubungan sugesti maag dan asam lambung dengan kopi? Nah, masalahnya adalah dulu saya percaya kopi membuat saya lebih mudah mengalami maag. Dan ternyata, setelah membaca artikel tadi saya merasa bahwa itu hanya perasaan saya saja, sugesti. Pertanyaan selanjutnya, kenapa sugesti itu bisa hadir? Ternyata, menurut saya, sugesti itu muncul dari sangkaan-sangkaan banyak orang yang mengatakan kopi memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Benarkah demikian?

Secangkir Kopi (Kredit Trophygeek)
Kopi memang memiliki reputasi sebagai minuman yang kurang sehat sejak lama, namun, hal itu tidak sepenuhnya benar, karena sebenarnya kopi memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan manusia.


Tahun lalu, sebuah review sistematis dan meta-analysis terhadap berbagai studi telah dilakukan untuk melihat konsumsi kopi dalam jangka waktu lama dan resiko penyakit jantung. Riset tersebut menemukan 36 penelitian yang melibatkan 1.270.000 partisipan. Kombinasi data dari berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi kopi secara moderat, sekitar tiga hingga lima cangkir perhari, memiliki resiko paling rendah. Sedangkan yang mengkonsumsi lebih dari lima cangkir perhari memiliki resiko yang tidak lebih tinggi daripada orang yang tidak mengkonsumsi kopi sama sekali. Namun perlu diingat bahwa bahasan tersebut hanya melibatkan kopi hitam, tidak termasuk minuman-minuman berbasis kopi yang menggunakan gula dan krim.

Satu tahun sebelumnya, sebuah meta-analysis dilakukan untuk melihat bagaimana konsumsi kopi mungkin memiliki hubungan dengan stroke. Analisis tersebut menemukan 11 penelitian yang melibatkan 480.000 partisipan. Sebagaimana dengan studi awal tadi, konsumsi dua hingga enam cangkir kopi perhari berhubungan dengan resiko penyakit yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang tidak mengkonsumsinya sama sekali. Meta-analysis lainnya yang telah dilakukan pada tahun berikutnya mengkonfirmasi hasil penelitian tersebut.

Masih berhubungan dengan pengaruh kopi terhadap jantung, meta-analysis lainnya dilakukan untuk menguji bagaimana hubungan kopi dengan gagal jantung. Hasilnya, ternyata kopi menurunkan tingkat resiko gagal jantung dengan resiko terendah dimiliki oleh orang yang mengkonsumsi kopi sebanyak empat sajian perhari. Konsumsi maksimal adalah 10 cangkir perhari, lebih dari itu ada kemungkinan efek buruknya akan di dapatkan.

Seperti hadits Rasulullah, janganlah kita berlebih-lebihan, termasuk dalam meminum kopi. Meminum kopi dalam takaran moderat ternyata berhubungan dengan resiko penyakit kardiovaskular, hal ini cukup kontradiktif dengan apa yang dipercayai banyak orang, bahwa kopi memiliki efek yang buruk untuk jantung.

Cukup dengan jantung, mari kita bicara tentang hubungan kopi dengan potensi penyakit lain. Banyak orang yang percaya bahwa kopi berhubungan dengan peningkatan resiko penyakit kanker. Memang terdapat beberapa studi tertentu yang menunjukkan hal itu, namun terkadang hasil penelitian tersebut kadang di besar-besarkan oleh media. Karena secara agregat, dampak kopi terhadap kanker tidak terbukti.

Sebuah meta-analysis yang dipublikasikan pada tahun 2007 menemukan bahwa konsumsi kopi hingga dua cangkir perhari berhubungan dengan resiko kanker hati yang lebih rendah hingga 40%. Dua penelitian terbaru telah mengkonfirmasi penemuan ini, hasil meta-analysis menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak menunjukkan dampak negatif bagi peminumnya.

Sebenarnya masih banyak manfaat lainnya dari kopi, in sya Allah akan kita lanjutkan pada postingan berikutnya. :)
Sumber: NewyorkTimes

No comments:

Post a Comment