Thursday, May 28, 2015

Dung Dung Preet - Sebuah Band

Dung-dung Pret, nama aneh yang dipilih untuk sebuah band. Sebuah band yang kemudian menjadi tempat saya mengekspresikan jiwa muda melalui seni musik, saluran ekspresi yang menjadi salah satu treen yang paling menggila saat itu. Saya masih berumur sekitar 17 tahun, yap, sweet seventeen... dan tentu saja masih labil, ekspresi labil tersebut terlihat dari lagu-lagu yang band kami bawakan.

Pertama kali saya mengenal musik tentu saja sejak kecil, anehnya, pada awal mengenal musik tersebut, saya tidak menyukainya. Saat masih kecil, sebelum kelas lima SD, setiap ada acara musik di televisi, saya akan menggantinya. Generasi saya tentu masih sempat atau pernah menonton acara Album Minggu yang setiap hari  minggu di putar di TVRI, acara semacam itu membuat saya heran dan bertanya, apa bagusnya orang-orang yang bernyanyi dengan kata-kata yang diiringi musik. Jengah.

Namun kira-kira saat kelas lima SD, saya merasa mulai menyukai musik, hal ini mungkin lebih banyak disebabkan oleh pergaulan atau terpengaruh oleh teman. Lagu yang saya kenal saat kelas lima SD tersebut adalah lagu dari negeri Jiran...
Seumur hidup aku, ini yang pertama,
Pintu hatiku diketuk, seorang wanita...
dst
Itulah potongan dari lagu pertama yang saya sukai... :p
Kesukaan tersebut berlanjut dengan lagu-lagu dari band-band Indonesia. Saya sendiri kurang mengikuti lagu-lagu baru karena keterbatasan dana untuk mendukung kesukaan saya pada musik, karena bagaimanapun kita perlu uang untuk membeli tape dan kaset. Jadi hanya sedikit kaset yang saya miliki.

Masuk SMP, baru saya mengenal yang namanya gitar, itupun belum benar-benar memegang, hanya melihat teman yang memainkannya. Saya hanya sedikit (benar-benar sedikit) dengan sepotong papan yang digambari garis-garis senar dengan lingkaran hitam. Itupun hanya sekali dua saat kelas tiga.

Masuk SMA, saya mulai benar-benar berkenalan dengan gitar. Seorang teman yang sejak smp sudah lihai bermain gitar mengajarkan saya bagaimana cara memainkannya. Lagu pertama yang saya pelajari adalah.... Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki.... Sheila on Seven. Mengapa lagu itu? Karena lagunya hanya menggunakan dua kunci inggris... eh.. kunci gitar. Sekitar cawu dua, akhirnya saya bisa mendapatkan sebuah gitar dari uang beasiswa. Namun, hingga naik kelas, gitar itu lebih banyak di mainkan teman-teman sekelas saat saya membawanya kesekolah. Alhasil, saya hanya melongok saat teman-teman yang pandai bermain gitar itu dikelilingi cewek-cewek. :p

Naik kelas dua, barulah saya benar-benar belajar memainkan gitar, bahkan seringkali saya baru tidur pada jam 1 atau 2 dinihari karena latihan genjreng-genjreng. Alhasil... pada waktu kelas satu saya mendapatkan peringkat dua dalam rangking kelas, saat kelas dua saya saya tidak masuk dalam 10 besar... :'( Namun, saya sudah memiliki sedikit kemampuan untuk bermain gitar, walaupun tidak sampai selihai teman-teman yang dengan santai bisa bermain I will Survive dari Cake. :p

Saat kelas dua ini saya mulai terlibat dalam sebuah band, personilnya dari teman-teman sekelas. Seingat saya, lagu pertama yang saya mainkan pertama kali dengan band ini adalah lagunya Shifter, kalau nggak salahnya judulnya Lukaku... atau apalah. Tapi kalau tidak salah band ini tidak bertahan terlalu lama. Saya kemudian bergabung dengan band lain. Salah satu teman sekelas saya kemudian mengajak bergabung dengan band barunya - bandnya yang lama telah bubar karena masalah wanita.

Dengan band yang baru ini, hobi musik saya lebih berkembang. Aliran band saya yang baru ini memiliki aliran yang berbeda dengan band yang lama, band ini mengusung aliran alternatif dan hip metal. Kami memainkan lagu-lagu dari Limp Bizkit, Mudvayne, dsb. Pada suatu saat kami mendaftarkan diri untuk mengikuti festifal musik di sekolah... kebingungan dengan nama yang akan didaftarkan, tercetuslah sebuah nama yaitu Dung Dung Pret. Sejak saat itu, resmilah nama band kami sebagai Dung Dung Pret.

8 comments:

  1. Berapa lama akhirnya dungdungpret bertahan, da? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampai tamat sma kalau ndak salah... :) akhirnya masing2 personil melanjutkan hidupnya dengan jalan yang berbeda... :)

      Delete
  2. Replies
    1. lama juga mas/mbak, rasanya setahun sampai... eh, setahun lama nggak ya...

      Delete
  3. Informasi yang disajikan sangat menarik dan sangat bermanfaat sekali. Terima kasih banyak atas informasinya. Terus Semangat. Semoga Sukses. Salam sehat.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih atas semua informasi yang telah disajikan. Semoga bermanfaat. Semangat terus buat ngeshare informasi-informasi lainnya.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih banyak kawan telah membagikan ilmu pengetahuan lewat website yang satu ini. Semog banyak Manfaatnya. Salam sehat.

    ReplyDelete
  6. Sangat menarik untuk disimak dan dicermati. Terimakasih atas ilmu yang disampaikan. semoga dapat bermanfaat. Salam hangat dan sukses selalu.

    ReplyDelete