Friday, April 3, 2015

Tentang Kegiatan Mountaineering

Pengertian dan Sejarah

Mountaineering, mungkin istilah yang belum cukup populer dibandingkan dengan hiking dan tracking. Mountaineering adalah sebuah olah raga yang mengkombinasikan panjat tebing dan pendakian gunung. Olah raga ini dapat dilakukan di medan yang datar, area berbatu, atau gunung es. Olah raga ini dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai macam teknik dan membutuhkan kemampuan tingkat tinggi. Olah raga ini telah berkembang sejak lama diberbagai belahan dunia.

Aktifitas Mountarineering (Jeff P/Flickr)
Cerita tertua tentang mountaineering adalah tentang Otzi, manusia yang ditemukan di pegunungan Alpen pada tahun 1991 setelah meninggal setidaknya 5300 tahun yang lalu. Pada masa modern, orang yang dianggap sebagai pendaki gunung pertama adalah Petrarch, seorang penyair Italia dari abad ke-14, yang ketahui sebagai orang yang pertama kali mendaki ke puncak Pegunungan Alpen. Dia kemudian menulis secara ekstensive tentang pendakiannya dan tersebut, selanjutnya dia disebut sebagai bapak Alpinisme.

Bahaya dalam Kegiatan Mountaineering

Mountaineering termasuk olah raga yang memiliki banyak bahaya, secara garis besar, ada tiga jenis bahaya yang mengintai seorang Mountaineer, yaitu: cuaca, jatuh, dan longsoran.

Cuaca adalah bahaya yang paling besar dalam dunia mountaineering, termasuk dalam bahaya cuaca adalah badai, dingin dan kabut. Badai membuat pergerakan menjadi sulit, dingin bisa memicu hipotermia, sedangkan kabut membuat pendaki bisa kehilangan orientasi dan dapat menyebabkan pendaki tersesat atau jatuh. Di Indonesia, cuaca menjadi jauh lebih berbahaya jika pendakian dilakukan pada musim penghujan, walaupun tidak menutup kemungkinan cuaca pada musim kering juga berbahaya.

Di kawasan pegunungan dengan kemiringan yang relatif terjal, longsor adalah kejadian yang biasa. Hal ini sangat berbahaya untuk aktifitas pendakian, dalam kegiatan mountaineering longsor dapat terjadi dalam bentuk longsor bebatuan, tanah, salju, bahkan perlengkapan yang jatuh bisa menjadi sangat berbahaya.

Jatuh dalam pendakian gunung bisa jadi disebabkan oleh terhalangnya pandangan karena kabut, atau karena longsor. Jatuh dapat menyebabkan cedera yang signifikan karena kawasan pegunungan umumnya memiliki jurang-jurang yang relatif dalam. Dibandingkan dengan penyebab lainnya, kecelakaan  mountaineering akibat peralatan relatif jarang terjadi.

Perlengkapan

Mountaineering membutuhkan banyak perlengkapan, selain perlengkapan dasar untuk hiking atau camping, pendaki membutuhkan perlengkapan panjat tebing. Akan lebih banyak dibutuhkan perlengkapan jika pendakain di lakukan di gunung es, misalnya sepatu salju atau crampoon.

Tokoh Mountaineering Dunia

Beberapa orang mountaineer yang terkenal di dunia adalah Joe Simpson yang menulis buku  Touching the Void, dan Appa Sherpa yang telah mencetak rekor dunia dengan mendaki Everest sebanyak 16 kali. Dan pendaki yang paling terkenal di dunia, mungkin sudah sering anda dengar, yaitu Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay yang tercatat sebagai manusia pertama yang menjejakkan kakinya di puncak tertinggi dunia.

0 comments:

Post a Comment