Saturday, March 28, 2015

Serakalan - Budaya Masyarakat Melayu Sambas

Bagi masyarakat Sambas, Serakalan adalah kata yang sangat familiar. Serakalan adalah salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat Sambas, namun juga dikenal oleh beberapa masyarakat Islam lain di Indonesia. Kebudayaan ini masuk bersamaan dengan kedatangan Islam ke Indonesia. Beberapa waktu yang lalu dalam kunjungan saya ke Sambas sempat mengikuti acara Serakalan yang dilakukan di rumah salah satu keluarga jauh. Berada di tengah-tengah acara Serakalan tersebut benar-benar pengalaman baru bagi saya. Bersyukur juga budaya melayu ini masih dipertahankan masyarakat Sambas.

Pada awalnya Serakalan merupakan wujud ekspresi ta’dzim yang berhubungan dengan peristiwa kedatangan Rasulullah hijrah di Madinah. Serakalan berisi syair-syair Pujian kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam istilah lain, ritual ini dapat pula disebut dengan Marhabanan atau “debaan” (Maulid Ad-Diba’iy).

Pembaca Serekalan - Sambas
Serakalan telah berkembang dikalangan masyarakat Sambas dan dikemas sedemikian rupa sehingga memiliki gaya penuturan yang indah dan  menimbulkan efek estetis. Dalam pelaksanaannya biasanya Serakalan diiringi dengan bunyi alat musik seperti gendang, tamburin, drum, atau tahar  pada setiap kata dan lariknya yang tidak dapat dilepaskan dari upaya penciptaan suasana maupun efek musikalitas sehingga dapat menggerakkan emosi sang penyair.

Musik penggiring Serakalan, tradisional dan modern - Sambas

Syair-syair pujian yang berpadu dengan bunyi dari alat-alat musik tersebut memang terasa sangat bersemangat, apalagi jika anda bergabung atau ikut ambil bagian dalam pelaksanannya.

Musik penggiring Serakalan dapat terdiri dari gendang, tamburin dll - Sambas

Bacaan Serakalan dibaca secara bergiliran 

Serakalan biasanya dilaksanakan dalam acara tepung tawar,  pesta pernikahan, atau rajaban. Umumnya pelaksanaan Serakalan sama untuksetiap acara, yaitu dilaksanakan pada permulaan acara kurang lebih selama 1,5 jam. Serakalan hanya dilaksanakan oleh orang laki-laki.

Baca juga:
Menikmati Sungai Sambas dari Atas Sampan
Jalan-jalan ke Danau Sebedang Sambas
Jalan-jalan ke Pantai Temajuk Paloh
Bacaan:
http://ceritesambas.blogspot.com/2014/06/tradisi-serakalan-di-desa-lorong-sambas.html

No comments:

Post a Comment