Tuesday, March 24, 2015

Bule Maling di Gili Trawangan Diarak Keliling Kampung

Gili Trawangan, orang Indonesia mana yang tidak tahu tempat ini. Gili Trawangan adalah salah satu tempat paling indah di Indonesia, kata orang-orang. Karena itu saya sangat ingin menjejakkan kaki di pasir putih pulau surga tersebut. Tapi Alhamdulillah, belum sampai rezeki saya kesana. Mudah-mudahan bisa segera kesampaian. (Mohon doanya).

Gili Trawangan - Salah satu tempat paling Indah di Indonesia (http://www.yeity.com/)
Cerita kali ini bukan tentang perjalanan saya ke Gili Trawangan yang masih menjadi cita-cita, tapi tentang sebuah kejadian yang cukup unik di Gili Trawangan yang saya baca di sebuah website. Sesuai judul diatas, kejadian tersebut adalah adanya seorang turis mancanegara yang diarak keliling kampung oleh masyarakat setempat, istilah Britishnya... Walk of Shame.

Awal cerita, sekelompok turis kehilangan tas mereka dan melaporkannya kepada pihak berwenang setempat (saya baru tahu kalau di Gili Trawangan tidak ada polisi). Kalau di Jakarta atau kota besar lain, tidak akan ada harapan untuk menemukan tas atau pelakunya, tapi di Gili Trawangan, tidak ada jalan kelaur. Pihak keamanan setempat kemudian mengecek dengan CCTV tempat dimana diperkirakan tas tersebut telah dicuri. Setelah penyelidikan, pencuri tersebut tertangkap. Sesuai dengan hukum lokal yang berlaku di Gili Trawangan, si maling yang bule diarak keliling kampung.

Bule Maling Diarak Keliling Kampung (http://alexinwonderland.com/)
Kalau orang Indonesia memang akan sangat malu sekali jika diarak keliling kampung. Tapi bagaimana dengan maling bule di Gili ini? Apakah dia akan merasa malu juga? Sementara mungkin tidak ada orang kampung yang kenal dengan dia, tapiiii...jangan lupa... berita ini tentu tidak akan putus di Gili Trawangan, berita ini akan menyebar ke seluruh dunia. Seperti di blog ini. Tentang asal dari maling bule ini tidak disebutkan, mungkin untuk menjaga muka orang-orang di negara asalnya. Semoga masalah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Btw, mungkin perlu juga tikus-tikus liar koruptor diarak keliling Indonesia....

0 comments:

Post a Comment