Wednesday, January 21, 2015

Kembang Api di Peresmian Masjid Mujahidin, Masbuloh?

Memangnya kenapa kalau acara peresmian Masjid Mujahidiin Pontianak pakai acara kembang api? Masalah buat loh? Malah sebenarnya kurang meriah tuh, coba pakai acara band-band metal, pak presiden kan seneng tuh yang metal-metal, mungkin Metalica, atau band metal Pontianak seperti Death Cross. Atau pakai acara hiburan masyarakat lainnya agar lebih ramai dan meriah. Itu baru acara peresmian yang modern, gaul, nggak ketinggalan zaman. Kalau pakai ngaji-ngaji itu kuno, jadul, udah tahun 2015 masih kayak dulu-dulu aja? Nggak funky lu....

*kalau belum tahu "sarkasme," jangan berhenti membaca!
Tulisan di atas saya buat karena terinspirasi oleh tulisan dari mas Ipul -seorang blogger dari Makassar- tentang "kebenciannya" kepada Ridwan Kamil -walikota Bandung- yang kita tahu sepak terjangnya (baca disini).

Sayangnya tulisan Bang Ipul Gassing tersebut tidak dapat dicerna oleh abg-abg labil yang mungkin kurang peka dengan Bahasa Indonesia. Jadilah mereka mengomeli si empunya blog. Ah sudahlah, kita kembali ke cerita kembang api di Masjid Mujahidin tadi malam saja.

Cerita ini berawal saat tadi pagi-pagi saya buka Facebok, berseliweran status tentang peresmian Masjid Mujahidin Pontinak. Saya tahu memang Masjid Mujahidin diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, seperti saat peresmian bangunan yang lama dulu, juga oleh Presiden RI (apakah ada orang Pontianak yang tidak tahu?). Tapi, status facebook yang saya baca tadi pagi bukan soal acara peresmiannya oleh presiden, yang heboh adalah tentang kembang api yang sempat  menerangi kubah dan menara-menara masjid kebanggaan masyarakat kota pontinak tersebut.

Memangnya kenapa ya dengan kembang api?

Ya sebenarnya tidak ada apa-apa dengan kembang apinya, mereka tidak salah apa-apa, malah mereka adalah korban. Hangus. Yang bermasalah ini panitianya, kok bisa muncul pikiran pakai kembang api segala? Atau itu inisiatif orang lain?

Saya tidak tau juga bagaimana pandangan uztadz2 di Pontianak yang saya yakin banyak hadir di acara peresmian masjid yang sudah bertahun-tahun baru selesai itu, tapi menurut saya, kembang acara kembang api itu GARING.
Ujug-ujug ada kembang api di atas masjid. Masih mendingan kalau waktunya di bulan Ramadhan atau dekat bulan Syawal (walaupun tetap sangat dianjurkan untuk dihindari), ini tidak ada hujan tidak ada badai lalu ada kembang api.

Secara muamalah sebenarnya menurut saya kejadian ini juga patut disayangkan, sebenarnya dana tersebut bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, mungkin untuk fakir dan anak yatim, atau pengadaan Al-Quran di Masjid Mujahidin. Pasti lebih bermanfaat dan bisa jadi alam jariyah bagi penyandang dananya. Saya yakin kembang api itu sumbangan dari "Hamba Allah" (berusaha berprasangka baik kepada panitia).

Kalaupun tetap mau memeriahkan acara tersebut, mungkin akan lebih "Nendang" kalau pakai meriam. Angkut meriam-meriam yang ditepi sungai Kapuas, pasang di halaman Masjid Mujahidin, nyalakan, dan pasti berkesan sekali. Jadi ada nilai budayanya juga kan? Kan? Kan?

Okelah lupakan dulu cerita kembang api yang garing itu, lebih baik lihat beberap koleksi foto berikut ini. Saat saya sedang pulang kampung beberapa bulan yang lalu saya sempat mengabadikan Masjid Mujahidin yang sedang dalam tahap pembangunan. Kenapa saya ambil gambarnya sebelum selesai? Tentu saja karena bangunannya memang belum selesai :)
Tapi sebenarnya tujuan saya adalah untuk mendokumentasikannya, kapan lagi  kita bisa mengambil gambar masjid Mujahidin Pontianak yang belum jadi!
Mungkin tidak banyak, in sya Allah nanti ditambah yang udah jadinya. :) So, check it out! Enjoy!

Masjid Raya Mujahidin Pontianak (dari Jalan Ayani)

Masjid Raya Mujahidin Pontianak dalam Pengerjaan

Menara Menjulang, (mudah-mudahan Bisa Naik keatas)

4 comments:

  1. Kalok pakai meriam, diarahkan ke mane, da? Ade-ade bangunannye dibangun ulang :v

    Oke da, mudah-mudahan pembace blog uda bace sampai selesai. Ini pelajaran buat adx juga sih, orang Islam harus banyak bace. Jangan bace judul jak, malu same keledai nasruddin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin bise pakai meriam tanah atau meriam kaleng dx.... :D

      Delete
  2. Subhanallah, masjidnya indah banget..

    ReplyDelete
  3. Selamat atas diresmikan masjidnya. Semoga warga sekitar semakin antusias memakmurkannya.
    Mengenai kembang api, saya no comment. :)

    ReplyDelete