Thursday, December 4, 2014

The Alchemist, Hidup adalah Perjalanan

The Alchemist By Lau Svensson
Beranikah anda mengejar impian anda?Beranikah anda melangkah menuju tempat-tempat yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya? Tempat orang-orang dengan bahasa yang berbeda?  Tempat di mana keselamatan dan kematian dipisahkan jarak yang tidaklebih lebar dari tebal seutas rambut?

Bahasa Dunia, kata ini sering kita dengar dari banyak orang, dan banyak orang menganggap bahasa dunia adalah bahasa Inggris.  Tapi bahasa inggris bukan bahasa dunia, bahasa dunia adalah bahasa yang dapat dipahami oleh semua orang tanpa orang itu perlu belajar, bahasa itu berasal dari dunia ini.  Setiap orang yang lahir dari intisari dunia dapat menggunakan bahasa dunia tanpa harus mempelajarinya.  Karena bahasa itu ada didalam setiap diri, seperti pengetahuan cara bernafas.

Bahasa dunia tersebut pertama kali saya dengar dari seorang teman dari Denmark, dan ia menyarankan sebuah buku yang membuat dia berani melakukan perjalanan ke bagian-bagian dunia yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.  Buku tersebut adalah The Alchemist.

Buku ini berisi tentang perjalanan seorang pemuda yang mengalami kebimbangan hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalan mengejar mimpinya.  Hingga kemudian terdampar di suatu tempat yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.  Dalam perjalanan ini dia menemukan bahasa dunia.  Dalam pencarian itu dia menemukan apa yang tidak dicari namun jauh lebih berharga dari apa yang dicarinya.

Dia menemukan cinta, arti hidup, dan kebijaksanaan.  Seorang gadis yang terus menunggunya muncul dari balik bukit pasir yang seolah tak berbatas.  Arti hidup yang tampak saat dia berada begitu dekat dengan maut.  Kebijaksanaan dari seseorang yang meletakkan dunia di bawah kakinya, bukan di kepalanya.

Buku ini sangat sarat akan makna hidup yang merupakan sebuah perjalanan.  Disusun dengan kata-kata yang sederhana, namun memiliki makna yang begitu dalam.  Tidak sekedar menyajikan bukti dari sebuah keberanian mengejar impian, tetapi menampilkan kenapa kita harus berani, apa yang menghambat kita, apa yang seringkali membuat kita lupa dengan impian kita, dan kemana kita harus melihat saat kita mulai kehilangan arah.

Thanks To Jonas Bagge Peterson yang mereferensikan buku ini

Nilai: 8/10

4 comments:

  1. Replies
    1. saya juga suka sekali dengan buku ini mas, tidak terlalu panjang, tapi berisi sekali..

      Delete
  2. Adx juga suka buku ini daa... nanti adx review juga ah... hhihi

    ReplyDelete