Wednesday, December 10, 2014

Kenapa saya berhenti menonton televisi

Televisi pada saat ini seperti menjadi salah satu perabotan rumah yang paling penting, bahkan sebagian dari kita mungkin menganggap televisi lebih penting dari pada kulkas, seperti saya dulu. Hampir semua orang di kota dan desa menonton tv, bahkan masyarakat yang tinggal di kawasan dekat hutan juga menonton, asalkan mendapat sinyal.

Hampir semua orang menonton tv, tapi tidak demikian dengan saya. Saya tidak menonton televisi kecuali pada saat-saat yang agak penting, misalnya saat pertandingan sepak bola timnas Indonesia. Itu juga kalau ingat mau nonton. Ada banyak alasan kenapa saya tidak menonton televisi, berikut adalah beberapa diantaranya.

Berpotensi mengganggu kesehatan tubuh
Televisi memang tidak menularkan penyakit, juga tidak mengeluarkan radiasi yang terlalu berbahaya, tapi benda itu bisa membuat kita kurang bergerak atau berolah raga. Seperti diungkapkan banyak media, kurang bergerak atau olah raga dapat membuat sistem pertahanan tubuh menjadi lemah sehingga tubuh lebih mudah terserang berbagai masalah kesehatan. Salah satu masalah tersebut adalah obesitas.

Berpotensi mengganggu kesehatan mental
Kita tahu bagaimana isi dari acara-acara yang disuguhkan berbagai stasiun televisi saat ini, terutama stasiun tv dalam negeri. Sebagian besar isi dari acara-acara di tv sangat tidak mendidik, hanya sedikit sekali yang mendidik. Memang saya belum menghitungnya, mudah-mudahan suatu saat saya akan sempat. Beberapa isi acara yang berpotensi mengganggu kesehatan mental misalnya aksi-aksi kekerasan, pornografi dan pornoaksi.

Berpotensi menurunkan produktifitas dan kreatifitas
Menurut saya televisi seperti memiliki candu yang membuat banyak orang kecanduan dan duduk berjam-jam di depannya. Orang-orang duduk berjam-jam hanya untuk menyaksikan berbagai acara yang kurang produktif dan menghabiskan waktu. Padahal banyak yang bisa kita lakukan dalam waktu yang kita miliki jika perhatian kita tidak terbelenggu oleh televisi.
Televisi dapat menjadi pupuk bagi kemalasan orang-orang, membuat orang-orang malas untuk berpikir dan berbuat karena otak terus di sempal dengan berbagai informasi, ada informasi yang bermanfaat, tetapi sepertinya lebih banyak yang sia-sia.

Berpotensi meningkatkan konsumerisme
Kita semua tahu bahwa semua televisi yang kita saksikan dengan gratis dihidupi oleh berbagai iklan. Iklan-iklan di televisi merupakan salah satu media yang paling efektif dalam mempropagandakan produk-produk komersial. Efek buruk dari propaganda tersebut adalah seringkali kita tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak penting untuk kita. Akibatnya kita menjadi lebih konsumtif dan boros.

Tidak punya televisi
Ini adalah alasan utama saya kenapa saya tidak punya televisi, dirumah kontrakan saya, saya memang tidak memiliki televisi. Hehe, jangan kesal dengan alasan saya yang satu ini, menurut saya jika ada banyak alasan kita untuk tidak menonton televisi, kenapa saya harus membelinya?

Masih banyak alasan lain untuk tidak menonton televisi, mungkin pembaca sekalian punya pendapat tambahan? Silahkan berkomentar di kolom komentar dibawah ini.

4 comments: