Friday, October 3, 2014

Akhir Pekan di Cisarua


Sudah dari minggu lalu badan saya kurang nyaman, seperti berau atau demam ringan. Penyebabnya, perkiraan saya karena saya sempat tidur tanpa baju, hanya mengenakan celana karena udara yang panas. Sudah beberapa minggu ini Bogor hanya di sapa hujan-hujan gerimis kecil, mungkin hanya dua kali turun hujan lebat, tapi itu pun sebentar. Jadi karena panas, saya tidur tanpa baju, karena tidur tanpa baju, saya jadi masuk angin. Badan langsung drop, mungkin ini juga didukung oleh kondisi cuaca yang mengejutkan badan.

Mungkin hari selasa adalah WKP (waktu kejadian perkara) dropnya saya, tapi hari kami siang sudah agak baik. Malamnya, dinda mengajak saya untuk ikut gathering teman-teman paduan suaranya di kampus yang direncanakan pada sabtu 27 Oktober kemarin. Lupa dengan kondisi tubuh yang kurang fit, saya setuju.

Jumat malam, tubuh masih belum juga segar, terasa masih berat. Karena itu saya pun tidur awal, serasa tidak ada beban untuk mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa besok paginya. Padahal janjian untuk berangkat itu jam 04.00. Sayapun tidur dengan pulas. Jam 03.00 saya bangun, ternyata dinda belum juga tidur karena mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa. Alhamdulillah tidur panjang membuat badan lebih segar, kami bergatian, dinda yang tidur... kasihan, hanya satu setengah jam dia tidur. Sekitar 04.45 kami berangkat dari rumah menuju kampus yang ternyata masih menunggu peserta yang lain. Bersyukur juga bukan kami yang menjadi penyebab keterlambatan keberangkatan kami. Akhirnya, sekitar jam enam juga berangkatnya. Dinda menggunakan angkot, sedangkan saya nebeng pada motor  Roto (salah satu peserta yang kemudian saya ketahui ternyata adalah ketua panitia gathering yang saya ikuti).

Mungkin sekitar jam 9 kami sampai di villa tempat pelaksanaan kegiatan. Sekitar satu kilometer sebelum gerbang masuk Taman Safari motor berbelok ke kiri. Udara sejuk langsung terasa memasuki jalan menuju villa. Sekitar 500 meter dari belokan kami sampai di depan pagar villa tujuan.

Bangunan yang relatif sederhana namun  suasananya sangat menyenangkan. Rumah satu lantai dengan banyak kamar, bagian depan terdapat halaman rumput yang relatif luas dengan tanahnya yang membentuk kontur, hanya dua, tapi lumayan tinggi. Di sebelah kiri bangunan terdapat kolam renang berukuran sedang, tidak besar, tidak juga kecil.
Kolam renang khas villa, dengan tangga di bagian yang dekat dengan halaman depan villa. Pada sisi belakang kolam (sejajar bangunan) terdapat plosotan yang masuk langsung kedalam kolam, pada sisi yang berseberangan terdapat beberapa tempat duduk santai dan rumah-rumahan. Turun dari sisi kolam renang ke halaman, terdapat ayunan dan plosotan disebelahnya.

Nasi goreng telah tersedia di kanopi didekat kolam renang menghadap ke lawn. Meskipun tadi subuh sudah sarapan, perjalanan kami cukup membuat lapar. Kami sarapan lagi. Rupanya cukup awal kami sampai di villa, acara bebas sampai pukul 14.00. Kami ngobrol-ngobrol sambil mendengarkan peserta yang lain bernyanyi-nyanyi dan bergitar.

Saya ikut acara pembukaan ini (dan kegiatan-kegiatan selanjutnya). Dalam acara pembukaan ini ada acara perkenalan, perkenalan di ramaikan dengan permaian "jika aku menjadi?". Dinda yang kebingungan akan menjadi apa karena sudah disebutkan orang lain, akhirnya memilih menjadi jempol. Ya, jari jempol. Menurut dinda jempol itu sangat penting, karena kita akan sangat kesulitan untuk memegang jika tidak ada jempol. Sedangkan saya sendiri, saya tidak ingin menjadi, jadi saya bilang "saya ingin seperti...", seperti apa? Saya katakan, "Saya ingin seperti  udara, nyata dan terasa, dibutuhkan oleh semua makhluk yang bernyawa, tapi tak kasat mata", saya ingin berguna bagi banyak makhluk di bumi ini, tapi tak perlu mereka melihat saya. (cieh.... begitulah kira-kira, mudah-mudahan bisa ikhlas, karena jujur saja sebagai manusia saya ingin dilihat juga.

Acara perkenalan dilanjutkan dengan acara musyawarah anggota paduan suara. Saya ikut mendengarkan hingga malam saat tubuh rasanya sudah agak berat, maka saya tidur. Musyawarah tersebut berlangsung hingga dini hari, mungkin sekitar pukul 4. Ketua baru dari paduan suara sudah dipilih. Saya sendiri baru bangun setelah acara musyawarahnya selesai dan tidak tidur lagi. Saya hanya bermain gitar sendirian di sofa-sofa di bawah kanopi tempat kami makan kemari siang. Dinda datang dan kami menuju ayunan di tepi halaman rumput. Bergitar. Wenny (pelatih paduan suara) memanggil peserta untuk mengikuti acara SATE. Kemarin saat kami melihat jadwal acara, kami bingung, acara apa itu, setelah bertanya baru kami tahu kalau SATE itu seperti ibadah pagi. Kalau kita sebagai muslim punya kewajiban shalat Subuh, maka teman-teman Kristen punya ritual pagi yang disebut SATE, saya tidak menanyakan apa kepanjangannya.

Karena yang muslim acaranya kosong, maka teman-teman peserta yang lain memutuskan untuk bermain di halaman. Diawali dengan berfoto ria, saya yang membawa kamera mengambil gambar mereka dengan berbagai gaya dan posisi yang berbeda. Setelah berfoto teman-teman yang lain agak kebingungan juga. Karena ada yang mengajak untuk bermain-main, saya berinisiatif untuk mengajak mereka bermain outbond "ini botol", "jika dasar adalah lima", "berapa nyamuk yang mati". Sepertinya sebagian teman-teman peserta banyak yang senang dengan permainan yang saya berikan, walaupun mungkin lebih banyak yang kesal dengan saya... :P.

Hingga pukul 9, panitia kembali mengambil alih. Kegiatan  dilanjutkan dengan outbond yang difasilitasi oleh panitia. Permainannya adalah memasukan paku kedalam botol. Gampang? Tidak, pemain terdiri dari tujuh orang. Paku terikat pada enam utas tali rapiah yang masing-masing ujungnya terikat pada pinggang enam orang yang membelakangi paku yang akan di masukkan kedalam botol yang ada dibawahnya. Orang yang ketujuh bertugas untuk mengarahkan enam orang temannya agar paku tepat masuk ke dalam botol. Kelompok saya dan dinda juara satu untuk lomba ini.

Permainan kedua memindahkan bambu yang dilumuri minyak oleh sembilan orang. Masing masing orang hanya boleh menyentuh bambu dengan ujung jari telunjuk dan jari tengah (tidak boleh menjepit bambu) pada kedua tangan. Kami berhasil, tapi tidak menjadi yang tercepat.
Permainan selanjutnya mengisi botol air mineral yang telah dilubangi dengan air kolam renang. Botolnya berada sekitar 10 meter dari kolam, untuk membawa air kami menggunakan piring styrofoam yang lunak liut. Membawanya pun harus estafet. Kali ini tidak ada pemenang, karena tidak ada kelompok yang berhasil mengisi botolnya, saya pikir panitia terlalu banyak membuat lubang. Lomba ini berakhir rusuh, kami disirami air oleh panitia. Terlanjur basa, mandi sekali... maka kami pun berlompatan ke dalam kolam renang. Menikmati pagi menjelang siang itu di kolam renang hingga sinar matahari terik.

Puas di kolam renang kami mandi. Acara dilanjutkan dengan penutupan musyawarah dan gathering, tukar kado dan pemberian penghargaan-penghargaan kepada pengurus dan pendiri paduan suara. Setelah itu bersegara berkemas untuk pulang, bapak-bapak supir angkot yang akan membawa kami sudah menunggu cukup lama.

Dalam perjalanan pulang kami sempat singgah di Cimory, setelah masuk saya baru paham, Cimory mungkin bisa dibilang mall yang menjual berbagai produk makanan, terutama makanan yang berbahan dasar susu sapi.

Pukul 19.30, kami sampai di Darmaga. Saya dan dinda naik angkot melanjutkan perjalanan pulang ke Cibanteng.

Dua hari kami di Cisarua, dekat dengan Taman Safari. Acara yang sangat menyenangkan menurut saya, walaupun saya bukan anggota paduan suara-nya, saya bisa ikut bersenang-senang. Bisa juga tertawa-tawa dengan teman-teman dinda (dan  menjadi teman saya juga), dan... bisa bermain outbond yang sudah lama tidak saya mainkan. Alhamdulillah.

0 comments:

Post a Comment