Tuesday, September 23, 2014

Berimankah orang yang tidak menghargai alam?

Siang-siang nongkrong di perpustakaan kampus, bukan sekedar nongkrong. Nongkrongnya sambil ngerjain tugas akhir yang sedikiiiit lagi... Karena fb tetap dibuka, terbacalah "Apa yang dipikirkan" seorang teman di beranda facebook saya. Kiriman tersebut seperti tertulis dibawah ini dengan disertai gambar seperti disamping.

Seorang Sensei meminta pendapat logis tentang hal ini, "Tuhan menciptakan A, B, dan C. A mempercayai Tuhan tetapi tidak menghargai B. Sedangkan C tidak mempercayai Tuhan tetapi menghargai B."


Adakah yang bisa berpendapat? Mohon masukkannya. Terima kasih:')

Saya ingin ikut berpendapat, jadi saya tulis pendapat saya seperti tertulis di bawah ini.
Seorang anak percaya kepada orang tuanya, dia diberitahu orang tuanya kalau terlalu banyak makan permen bisa membuat sakit gigi, anak itu percaya. Tapi permen itu enak sekali dan dia tidak tahan untuk tidak memakannya, jadi dia tetap makan permen sebanyak yang dia mau.

Seorang anak yang lain tidak mau terlalu banyak makan permen, dia tahu permen itu buruk, tidak perlu ada orang yang memberitahunya tentang hal itu karena dia tahu itu.
Anak yang satu tahu dari orang tuanya yang dia percayai, anak yang lain mungkin tahu dari buku, tv, atau melihat pengalaman orang lain. Pengetahuannya sama tapi jalan datangnya berbeda.

Banyak manusia tahu dan percaya rokok itu buruk, banyak yang tahu dan percaya alkohol itu buruk, tapi tetap banyak yang merokok dan minum alkohol.

Percaya tidak berarti tunduk.

Tiap agama punya konsep sendiri. Dalam Islam kita mengenal Iman dan Taqwa, keimanan harus didukung ketaqwa-an.

Iman (Percaya) adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Iman bukan koefisien yang selalu tetap, tapi variabel yang selalu berubah bisa naik bisa turun. Tidak menghargai alam bisa jadi salah satu bentuk masih rendahnya iman.

Pengertian Taqwa secara Terminologi
Taqwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan tidak melanggar dengan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa.

Menghargai alam adalah salah satu bentuk taqwa...

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Al-A'Raaf: 56.

....Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu... Al-Hujurat: 13.

Terpenting,
Apakah semua orang yang percaya Tuhan tidak menghargai alam? saya yakin tidak.
Apakah semua orang yang tidak percaya Tuhan menghargai alam? saya yakin juga tidak.
Menghargai alam bukan masalah agama, tapi masalah pilihan individu untuk mempersepsikan alam sebagai apa. Tapi orang beragama seharusnya menghargai alam sesuai yang diajarkan agamanya (seperti misalnya Al-A'raaf 56 diatas).

0 comments:

Post a Comment