Friday, August 22, 2014

Menggugat Ilmu Padi

Kata orang tua, pakailah ilmu padi, makin berisi makin merunduk, peribahasa yang terdengar sangat bijak. Tapi rasanya akan lebih bijak kalau kita senantiasa merunduk, saat berisi, apalagi saat kosong. Tapi kenyataannya memang ilmu padi memang digunakan secara luas di Indonesia, paling tidak Indonesia bagian yang saya kenal, karena saya sendiri belum sampai mendatangi semua tempat di Indonesia ini.

Sayangnya......, sekali lagi, sayangnya......, ilmu padi yang dipakai adalah ilmu bulir padi yang kosong, tidak ada isi tapi tegak berdiri. Tidak punya ilmu tapi paling lantang bersuara, tidak punya pengetahuan tapi seolah ilmuan. Saya bisa jadi salah satu contoh dari jenis orang-orang ini, silahkan bagi rekan yang kenal saya menilai. Tidak "fair" rasanya kalau saya menilai diri sendiri.

Kembali ke ilmu padi, seorang guru saya yang merupakan seorang profesional mengatakan sesuatu yang kira-kira isinya begini, "yang ribut-ribut dan merasa hebat itu biasanya orang yang kemampuannya biasa saja". Itulah manusia padi yang baru jadi.

Semoga kita semua tidak termasuk padi-padi kosong yang berdiri pongah tanpa isi. Jangan menilai orang yang tidak kita kenal dan merasa diri jauh lebih baik dari mereka. Bukan berarti saya lebih baik, dari sobat pembaca yang budiman, tapi saya hanya mengingatkan. Dan ingatkan saya jika saya menjadi salah satu bulir padi kosong tersebut #seolaholah.

Kita balik lagi ke judul tulisan yang sedang Anda baca ini, "Menggugat Ilmu Padi". Menurut saya sebaiknya ilmu padi ini tidak lagi diajarkan kepada anak-anak Indonesia di masa depan, karena peribahasa ini seolah menjadi pembenaran bahwa adalah sesuatu yang wajar jika orang yang tidak berilmu dapat berdiri dengan pongah.

Ok, mungkin ada diantara pembaca yang budiman menganggap saya lebay dalam mempersepsikan ilmu padi ini, tapi itulah pikiran saya. Menurut saya, seperti diawal tadi, berisi atau tidak, kita tidak patut sombong. Berisi (cerdas, bijak, berilmu dsb) saja kita tidak boleh sombong, apatah lagi kosong, hanya bicara omong kosong?

Mungkin ada juga yang bertanya, jadi apa kira-kira alternatif yang baik untuk mengajarkan tentang sikap rendah hati? Padahal peribahasa ilmu padi itu rasanya sangat bagus... Hmmm... mungkin diantara rekan pembaca punya alternatif sementara saya memikirkan alternatif lainnya?

3 comments:

  1. Sekadar urun pendapat...

    Pepatah ilmu padi tak perlu digugat karena hanya menggambarkan keadaan di alam yg disetarakan dengan fenomena yg dialami manusia. Pengibaratan. Jadi bukan salah pepatahnya. :) Terlalu bagus untuk diganti, hehe...

    Jadi ingat pelajaran bahasa di sekolah... Dulu kita mungkin diajarkan guru bahwa pepatah ini diterjemahkan sebagai "semakin berisi seseorang selayaknya semakin merunduk". Ini benar sekali. IMHO, sebenarnya ada makna penting lain yang disiratkan secara halus oleh pepatah ini, bahwa "hanya yg kurang isi lah yg bisa tegak (atau bersikap pongah)" seperti layaknya gambaran padi kosong yang enggan merunduk.

    Sayangnya seringkali kita hanya belajar dari sisi "semakin berisi semakin merunduk" atau semakin berisi kita harusnya semakin rendah hati. Padahal dengan merasa "berisi" itu saja kita sudah tidak rendah hati... cmiiw

    Imho lagi, nilai moral bahwa "semakin kosong semakin tegak" atau semakin kita merasa berisi harusnya kita sadar bahwa kita sedang "kosong" lah yang sepertinya lebih penting. Untuk itu, kesadaran mendeteksi rasa sombong pada diri sendiri yang harusnya ditambahkan dalam pendidikan moral kita. Tak perlu menggugat padi. Kasian padinya, lebih baik ditanam supaya kita tidak impor beras melulu. hehehe :3 #gagalfokus

    Secara keseluruhan, sangat-sangat setuju dengan "berisi ataupun tidak, sepantasnya sbg manusia kita tidak pantas sombong". Itu benar-benar jleb di hati...

    Semoga kita semua terhindar dari sikap sombong, aamiin...

    Thanks for your mind, da! ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Thanks for sharing your mind, da! ^_^ ---> kurang, hehehe

      Delete
    2. setuju dinda, ndak perlu di gugat y... yang penting kita tahu tentang maknanya,
      yang paling kena itu...
      .....bahwa "hanya yg kurang isi lah yg bisa tegak (atau bersikap pongah)" seperti layaknya gambaran padi kosong yang enggan merunduk.....

      Delete