Friday, July 18, 2014

Tilawah Untuk Semua?

Menjelang jam 10, suara orang mengaji membahana di langit Cibanteng, Bogor. Sepertinya bagi umat Islam di wilayah itu adalah hal yang biasa saja. Menggunakan pembesar suara dengan suara maximal. Tapi bagi saya, saya sangat tidak terbiasa dengan suara tersebut. Jika saya merasa terganggu dengan suara orang mengaji seperti itu, salahkah saya? Apakah saya akan di katakan orang yang sesat?

Sedikit cerita.
Seorang dosen saya pernah bercerita tentang kejadian yang beliau alami saat beliau sedang kuliah S1. Alkisah beliau sedang menjalani kuliah dalam suatu ruangan dengan dosen yang sangat terkenal dari kampus beliau, sebut saja pak Andi. Saat pak Andi  sedang mengajar, sayup-sayup terdengar suara orang mengaji diluar ruangan kelas.

Pak Andi kemudian keluar dari ruangan dan meny orang yang sedang mengaji tersebut, bisakah Anda menebak apa yang dilakukan pak Andi? Beliau menegur orang mengaji tersebut dan menyuruhnya untuk berhenti atau pergi dari ruangan tempat beliau mengajar.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah pak Andi telah melakukan dosa yang sesuatu yang menghina Al-Quran?
Jika Anda berpikir demikian, tahukah Anda bahwa saat Al-Quran sedang dikumandangkan kita harus mendengarkan dengan seksama? Jika seseorang sedang mengahar atau belajar, apa yang harus dilakukannya saat mendengar orang lain mengaji?

Menurut saya, semua orang punya kegiatan masing-masing. Jika Anda ingin tilawah, lakukanlah untuk diri Anda sendiri, kecuali Anda memang sedang dalam suatu pertemuan yang memang diagendakan untuk Anda mengaji dengan didengarkan oleh orang lain. Semua orang juga punya urusan, mungkin mereka punya waktu lain untuk tilawah dan sedang mengerjakan sesuatu yang lain yang mungkin sangat penting baginya untuk saat itu.

0 comments:

Post a Comment