Sunday, April 20, 2014

Perempuan Lancang dan Sendal yang Ditukar

Kemarin pagi
Saat sedang menghadap laptop di ruang depan rumah, tiba-tiba pintu pagar teras rumah kontrakan kami yang terbuat dari teralis besi berbunyi. Dari suaranya saya yakin itu bunyi slotkunci pagar yang baru saja di buka. Saya langsung mengarahkan pandangan ke luar, namun tidak tampak siapa-siapa. Kemudian saya melangkah kearah pintu dan melihat keluar, tiba-tiba seorang perempuan paruh baya langsung menegur saya dan melangkahkan kakinya ke pintu rumah saya dan masuk satu langkah. Saya tidak mengenal perempuan ini kecuali dia sering lewat di depan rumah kontrakan kami.

Saya yang langsung jengah meminta dia untuk bicara di luar ruangan depan rumah kami (teras), namun alangkah lancangnya saat dia menyempatkan diri untuk menjenguk ke dalam rumah saya. Entah apa dalam pikirannya sehingga menjadi lancang seperti itu, sehingga menyebabkan kami berpikir negatif.

Setelah berada di teras rumah, dia mengatakan ingin menggadaikan barang miliknya untuk membelikan buku sekolah anaknya dengan kata-kata yang sangat pelan (dan mencurigakan). Barang yang saya lihat ditagannya seperti sebuah box game, semacam nintendo. Namun saya tidak ingin tahu lebih jauh, keburu berpikiran negatif dengan caranya yang tidak sopan, saya langsung menolak. Dan kami sendiri memang sedang menghemat pengeluaran, apatah lagi menerima gadaian barang orang lain. Selain itu, alasannya untuk membelikan anaknya buku pelajaran sekolah juga sangat aneh. Sekarang kan sedang waktu ujian nasional dan belum masuk tahun ajaran baru, kan? Kecuali memang di awal tahun ajaran atau awal semester, hal ini menimbulkan kecurigaan saya, apakah kotak yang dibawanya itu memang miliknya?

Lebih aneh lagi, saat saya bilang tidak, dia langsung turun dari teras rumah saya tanpa babibu dan berlalu. Saya  memperhatikan tujuannya, ternyata dia menuju rumah inang kontrakan kami. Saya kembali berpikir, ini orang mau menggadaikan barang atau "survei barang"?

Pagi ini
Saat membuka jendela depan rumah, saya agak terkejut saat melihat ke arah sendal jepit saya yang dalam posisi tidak biasa. Sendal jepit tersebut terjepit di teralis pagar, terdapat lubang di bagian depannya. Dari sekilas pandang saya tahu itu bukan sendal saya, namun masih belum yakin. Saya keluar dan memeriksanya, ternyata benar! Bukan sendal saya, sendal yang sudah buruk dengan talinya yang hampir putus, sendal dengan bahan yang menurut saya murahan.

Saya sempat berpikir, apakah semalam saya salah ambil sendal saat pulang shalat dari masjid? Tapi rasanya tidak sama sekali, karena sendal yang pagi ini saya pakai terasa sangat kecil, kecil sekali kemungkinannya tertukar di masjid. Selain itu, pagi ini sendalnya terjepit di teralis pagar teras, sedangkan saya tidak pernah meletakkannya seperti itu, biasanya saya hanya meletakkannya di lantai teras.

Sekali lagi, saya kehilangan sendal. Bedanya, kali ini si pencuri meninggalkan sepasang sendal buruk yang tidak sudi rasanya bagi saya untuk memakainya. Saya merasa sendal yang ditinggalkan tersebut seperti mengejek saya.

Saya sendiri tidak mungkin mengatakan kejadian kemarin dengan hilangnya sendal saya pagi ini memiliki hubungan, tapi memang kejadiannya berdekatan.

Untuk kali ini saya tidak akan merelakannya!

Sendal saya pertama hilang di kontrakan saya sekarang adalah sendal Neck*rman hitam. Ceritanya dapat dibaca disini. Sedikit pelengkap untuk cerita tersebut, orang yang memakai sendal dengan penampakan sangat mirip dengan sendal saya yang hilang dulu ternyata biasa menjadi imam di masjid tempat saya shalat.Saya hanya bisa bilang.... Terlalu!

4 comments:

  1. Ter la lu...
    Mudah2an yg ilang diganti dengan yang lebih baik dan kite diberi perlindungan oleh Allah, da..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ter La Lu memang din...
      Aamiin Allahumma Aamiin, mudah2an diganti dengan yang lebih baik din... :D

      Delete