Thursday, April 24, 2014

Berani Bersuara, Berani Mendengar

Sebenarnya masih ada hutang cerita "Lebaran di Bukit Kelam", tapi lagi nggak mood mau cerita itu. Sekarang saya sedang ingin ngomong tentang social media yang banyak macamnya, tapi hanya dua macam yang benar-benar membuat saya addicted, yaitu Twitter dan Facebook, tapi bukan berarti saya tidak tertarik dengan socmed yang lain, masalahnya belum ada gadget-nya eui. Hehe... mudah-mudahan segera punya, Aamiin.

Oke, sekarang saya cerita sedikit tentang socmed yang ada di dunia maya ini. Tapi sekali lagi, hanya facebook dan twitter.. :D

Satu hal yang perlu benar saya sampaikan adalah pendapat dari seorang Michael Hill, ada yang kenal? Saya sendiri sebenarnya juga tidak kenal, hanya saja pas nyari-nyari quotes berikut ini saya nemunya nama beliau, quote tersebut berbunyi...

"Nothing you put on social media is private."

Quote ini sangat penting di pahami oleh semua manusia yang ingin atau sedang getol me menggunakan socmed. Secara lebih tajam lagi, om Hill mengatakan, saat Anda membuka pengaturan privacy Anda bahkan jika hanya untuk satu orang, maka tidak ada yang Anda share di socmed tersebut yang bersifat privat.

Dengan memahami quote yang tersebut diatas Anda akan terhindar dari satu sifat yang (menurut saya) kurang elegan, yaitu Kepedean! How come?

Begini, istri saya pernah dikatakan sebagai stalker karena melihat status-status orang yang "dikenalnya" di facebook. Please deh! Saya sendiri juga pernah dikatakan sebagai stalker karena melihat-lihat info-info diri seorang teman yang di muatnya dalam beberapa media di internet, bahkan dua kali. Saya berkeyakinan itu hanya gurauan, tapi... pernah dengar There's always some truth behind every "Just kidding"?

Bagi Anda yang pernah menyebut orang lain sebagai stalker karena melihat personal info Anda di internet, sekali lagi baca quote dari om Hill diatas.

Internet secara umum dan socmed secara khusus adalah media interaktif yang bisa sangat bermanfaat. Melalui socmed ini kita bisa berhubungan dengan banyak orang, merajut kembali silaturahmi yang mungkin terputus karena jarak dan waktu, dll. Namun ironisnya juga bisa sangat berbahaya, silaturahmi tersebut juga bisa rusak karena socmed ini. Lebih jauh lagi, bisa menyebabkan permusuhan, tindak kriminal, hingga bunuh diri. Salah satu contoh, Anda bisa menonton film Cyberbully.

Komunikasi di dalam socmed boleh jadi jauh lebih keras dan lebih sadis dari pada debat kita di dunia nyata, hanya saja tidak ada barang yang bisa kita lempar di dunia maya. Namun, seperti kita ketahui bersama, luka hati lebih sulit sembuh daripada luka tubuh (tapi tergantung juga luka tubuhnya seperti apa, kalau parah, bisa jadi akan menoreh luka hati juga). Dan dengan kata-kata pedas, panas dan beringas di facebook atau twitter, dengan mudah kita mengiris hati lawan bicara kita, atau menyiram bensin ke hatinya, atau menyalakan sumbu ledaknya, dll. Karena itu, berhati-hatilah dalam bersuara di socmed.

Terkait terkait interaksi kita dengan orang lain dalam socmed, yang perlu diperhatikan adalah kedewasaan kita dalam berpendapat. Jika Anda siap untuk bersuara, bersiaplah untuk mendengar! Sekali lagi, siap bersuara, berarti siap mendengar. Jika Anda bisa membuat sebuah pernyataan ke socmed, bersiaplah untuk menerima berbagai respon dari banyak orang, alias... hampir semua orang yang punya akun socmed yang sama dengan Anda dan berbahasa Indonesia. Bersyukurlah kalau ada yang setuju dengan Anda, tapi jangan jadi anak kecil saat ada yang menentang pendapat Anda. Terima perbedaan perbedaan pendapat tersebut secara berkelas, bukan mencaci maki yang justru hanya menunjukkan rendahnya intelegensia Anda.

Jika Anda ingin suara Anda didengar, dengarkanlah suara orang lain. Hedeh... jadi ngulang-ngulang lagi... udah ngantuk soalnya...Zzzzz... moga2 bermanfaat ya... Mari bersocmed secara dewasa... jangan jadi anak kecil yang maunya diturutin orang terus, jangan ngeluh terus (kayak anak alay menurut saya), jangan bawa masalah dunia nyata ke socmed, jangan cari masalah di socmed, jadilah pemberani!

Kredit gambar:www.seethewhizard.com

0 comments:

Post a Comment