Friday, March 14, 2014

Sendal yang Dipinjam

Suatu pagi saya terbangun seperti hari biasanya, bangun langsung ke ruang tamu dan menyalakan laptop, juga seperti hari biasanya. Namun hari itu ada yang tidak biasa, saat saya melihat satu sudut rumah tempat biasanya saya menyimpan sendal saya. Tidak ada sendal saya disitu, saya pun langsung ingat sepertinya saya tidak memasukkan sendal Nckrmn saya kedalam rumah. Pintu langsung saya buka untuk melihat keluar di pintu teras rumah tempat biasanya saya meletakkan sendal saat siang hari. Tetapi tidak ada sendal disana. Hanya bisa pasrah sambil berkata kepada istri kalau sendal saya sedang dipinjam orang lain.

Walaupun berusaha ikhlas, namun terkadang tetap saja ada perasaan tidak rela muncul. Saya juga heran siapa yang mau mengambil sendal tersebut, memang lumayan bermerek dan modelnya bagus (:P), tetapi... ah sudahlah.... Dalam hati saya berpikir sepertinya orang yang mengambilnya adalah orang yang tinggal dekat rumah juga. Karena lingkungan rumah kontrakan kami sangat padat dan jalan di depan rumah kami lebarnya hanya satu meter, tentu tidak banyak orang yang mau lewat di jalan tersebut kecuali memang tinggal di sekitar.

Beberapa hari setelah kejadian itu, saya sering memperhatikan sendal yang diletakkan di luar pintu masjid saat saya shalat dimasjid (tidak patut dicontoh, tapi penasaran saya sulit dikendalikan). Suatu hari rasanya apa yang saya pikirkan terbukti benar, sepasang sendal yang sangat terlihat mirip dengan sendal saya tergeletak di luar pintu masjid. Sepasang sendal Nckrmn Hitam, sendal yang dibelikan sebelum hari pernikahan saya oleh ibu saya. Setelah melihat sendal itu, saya berpura-pura nongkrong di dekat masjid untuk melihat siapa yang memakai sendal itu.

Beberap menit kemudian keluar seorang laki-laki yang tidak terlalu tinggi berumur sekitar 45 tahun. Sambil ngobrol dengan kawannya, dia keluar dan memakai sendal yang mirip dengan sendal saya yang hilang beberapa hari lalu. Dia sempat melihat kearah saya, dan saya yakin dia tahu saya sedang memperhatikan sendal itu. Laki-laki itu tahu saya tinggal di dekat masjid itu juga, dan saya tahu laki-laki itu juga sering lewat di depan rumah saya. Dia juga salah satu tokoh masyarakat yang disegani di lingkungan rumah yang kami kontrak.

Saya hanya ingin tahu siapa yang memakai sendal itu, jadi saya tidak mengganggunya, mungkin dia berencana mencari saya di akhirat nanti untuk mengembalikan sendal tersebut.

2 comments: