Sunday, March 2, 2014

Rezeki Langsung dari Langit

Barusan bikin status di facebook yang bunyinya kira-kira begini (tadi lupa di save dan saya memang pelupa).

"Tidak ada rezeki yang Allah SWT turunkan langsung dari langit kecuali hujan. Jadi pandai-pandailah menjaga silaturahmi, jangan mencari musuh... #sedangberusaha:)".

Beberapa detik setelah saya posting, saya langsung ingin menghapusnya sebelum ada yang membacanya. Namun apa daya, jaringan internet yang saya pakai begitu lelet. Bukan mengeluh kepada providernya ya, ini hanya cerita.

Setelah beberapa menit dan sempat di like oleh seorang teman baru saya bisa menghapusnya. :(. Lalu, kenapa kiriman tersebut saya hapus?

Pada awalnya saya memang berpikir hujan adalah satu-satunya rezeki yang Allah SWT turunkan langsung dari langit. Yang lainnya ya harus lewat tangan orang lain, misalnya mau makan, harus beli nasi yang jual di pasar, yang sebelumnya di bawa oleh supir, dari kawasan perdesaan dimana para petani menanam padi.

Tapi kemudian saya sadar, bahwa perkataan tersebut adalah sebuah ungkapan yang sangat jauh dari bersyukur. Ungkapan tersebut adalah ungkapan dari manusia yang telah terikat dengan materi yang "serasa" bisa kita miliki, pada kenyataannya, kita tidak memiliki apa-apa di dunia ini.

Lebih lanjut, sesungguhnya ada banyak rezeki yang benar-benar Allah SWT turunkan langsung dari langit selain hujan. Ada dua yang paling melimpah yang paling mudah kita temui dan rasakan. Pertama adalah sinar matahari, dan kedua adalah udara.

Bayangkan jika sinar matahari dan udara tidak ada. Tidak ada makhluk hidup seperti yang kita lihat saat ini, termasuk kita.

QS Ar Rahman : 13

2 comments: