Sunday, March 23, 2014

Mengabadikan Negeri Sampan

Sungai Sambas oleh Nizar Kauzar
Rasanya saya belum pernah bercerita tentang tokoh di dalam blog ini, kali ini saya akan menceritakan seorang tokoh.  Seorang tokoh yang bersungguh-sungguh dengan apa yang dilakukannya. Seseorang yang penuh kesungguhan untuk mendokumentasikan Kalimantan Barat umumnya, dan kota Pontianak khususnya. Siapakah beliau itu? Beliau adalah pak Nizar Kauzar.

Sudah cukup lama saya menyimak karya-karya beliau yang di publish di facebook, karya-karya yang sangat luar biasa menurut saya. Beberapa untaian kata yang bisa saya sampaikan untuk mengapresiasi karya Pak Nizar adalah: sangat hidup, penuh warna, kesabaran dan perjuangan yang akan momen, kesungguhan untuk mengambil gambar dan masih banyak lagi. Jika menurut Anda apa yang saya sampaikan ini berlebihan, silahkan lihat karya-karya beliau di Facebook, Panoramio atau Fotopedia.

Satu hal lagi yang membuat saya sangat salut adalah keikhlasan beliau untuk membagikan karya-karya beliau kepada khalayak umum tanpa niat untuk mendapatkan keuntungan materi. Cukup banyak orang yang meminta izin untuk menyimpan foto beliau, ini saya lihat dari komentar-komentar di facebook beliau. Menurut beliau, foto-foto tersebut adalah milik masyarakat Kalimantan Barat. Siapa saja bisa memanfaatkannya, selama meminta izin kepada beliau sebagai yang mengambil gambarnya.

Sayangnya, ada beberapa pihak yang menggunakan foto beliau untuk kepentingan pribadi dan komersil tanpa meminta izin. Beberapa kasus memang masih dimaafkan, namun, seperti banyak orang Indonesia lain, "dikasih hati minta jantung". Beberapa hari yang lalu beliau berencana untuk menuntut orang yang menggunakan foto beliau tanpa izin, padahal tidak pernah beliau menolak jika ada yang meminta untuk menggunakan foto-foto tersebut.

Satu ciri khas pak nizar saat hunting foto adalah, beliau selalu sendirian. Suatu kali secara tidak sengaja saya bertemu dengan beliau yang sedang hunting di basecamp pencinta alam di Untan. Dalam kesempatan itu saya menanyakan kenapa beliau selalu sendirian saat hunting? Kenapa tidak membawa teman? Menurut pak Nizar, mengambil gambar itu membutuhkan ketenangan dan konsentrasi. Sulit untuk tenang dan berkonsentrasi jika hunting bareng. Jawaban yang sangat masuk akal bagi saya, jadi tidak heran jika foto-foto yang beliau bagikan selalu luar biasa. Nah, kabar baiknya, sepertinya Pak Nizar sekarang sudah membuka diri untuk hunting bareng dengan teman-teman fotografer Pontianak? Bukan begitu pak? :D
Ayo teman-teman fotografer Pontianak, sedot ilmu beliau!

Melihat hasil-hasil foto beliau yang di bagikan di facebook membuat saya teringat dengan kunjungan saya ke Jogja tahun 2011. Dalam kunjungan itu kampus kami menerima bingkisan dari UGM berupa beberapa buku, salah satunya berjudul Kota Desa, Desa Kota (kalau tidak salah). Karena teringat dengan buku itu, saya mengusulkan kepada Pak Nizar untuk membukukan karya-karya beliau dalam sebuah buku.

Ternyata beliau memang memiliki rencana untuk membukukan karya-karya beliau. Bahkan judul bukunya sudah dipilih. Namun, ternyata Allah SWT berkehendak lain. Ribuan foto karya beliau yang dikumpulkan dari perjalanan-perjalanan berat ke pedalaman Kalbar selama bertahun-tahun  hilang diambil oleh tamu tak diundang. Sekarang-foto-foto beliau hanya bisa kita nikmati di Panoramio. Sayangnya foto-foto di Panoramio tersebut memiliki resolusi rendah, sehingga kurang bagus untuk di cetak di kertas. Jadi mungkin agak sulit juga kalau mau melihat karya-karya beliau di pameran. Menurut saya foto-foto tersebut pantas untuk di pamerkan dalam event-event seperti misalnya HUT Kota Pontianak.

Mudah-mudahan pak Nizar Kauzar pengganti yang jauh lebih baik dari foto-foto beliau yang hilang. Mudah-mudahan kesehatan selalu Allah SWT limpahkan kepada beliau. Aamiin.

3 comments:

  1. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
    :)

    ReplyDelete
  2. Aamiin... Tetap berkarya untuk Pak Nizar. Sy juga suka lihat foto2 beliau.. Bikin rindu kampung halaman... :')

    ReplyDelete