Sunday, February 9, 2014

Waiting for You - Lee Ritenour

9 Februari 2014
Waiting For You - Lee Ritenour, sebuah lagu instrumental. Hampir setiap hari saya mendengarkan lagu ini saat sendiri di rumah ini tahun lalu. Sementara si Cantik dengan Hanif di Kota Matahari. Mungkin puluhan, bahkan ratusan kali saya mendengar lagu ini, tetapi baru hari ini saya melihat judulnya, Waiting For You.

Kami memang menantikan buah cinta kami, seseorang yang akan kami beri nama Hanif Edelweissar. Dan memang kami beri nama Hanif, seperti yang tertulis di nisannya, tapi tanpa Edelweissar.

Lagu-lagu ini biasanya akan diikuti lagu instrumen gitar lainnya yang dalam satu folder.

Hari ini entah kenapa saya kembali memutar lagu tersebut, sejak Weissar pergi memang saya hampir tidak pernah memutar lagu-lagu instrumen tersebut, bukan karena takut, tapi karena memang tidak ada keinginan (saya pikir). Saat saya memutarnya pagi ini, saya membendung danau yang mungkin sudah lama menunggu kesempatan untuk mengalir, dan akhirnya mengalir juga.

Mungkin kemarin-kemarin saya tidak memutarnya bukan hanya karena tidak ingin, tapi mungkin sama seperti istri saya, takut lagu-lagu itu akan membuka kenangan yang terasa menyayat.

Tapi hari ini saya putuskan, saya ingin mengingat Weissar dengan senyum, mendengarkan lagu penantian kami dengan senyum. Saya ingin Weissar melihat kami tersenyum saat mengingatnya. Saya tidak ingin seolah-olah Weissar hanya membawa kesedihan kepada kami. Saya ingin setiap memori kami tentangnya adalah kebahagiaanl.

1 comment:

  1. Adx sampai skrg masih blm berani, da. Bravo!

    ReplyDelete