Tuesday, February 18, 2014

Cerita dari SMP: Tas Selempang

Kelas dua smp, adalah waktu peralihan antara anak-anak kelas satu yang culun sebelum menjadi angkatan penguasa sekolah. Tapi rasanya, sudah kelas dua pun saya masih culun, kurang gaul, dan sedikit individualis, tapi kebanyakan prilaku juga masih ikut-ikutan.

Ikut-ikutan pakai tas selempang berbentuk kotak, ikut-ikutan rambut belah tengah ala Andy Lau padahal rambutnya tidak cocok, ikut-ikutan mengeluarkan baju seragam dari balik ikat pinggang, ikut-ikutan pakai kaos kaki pendek yang sangat terlarang, dan sebagainya. Efek buruk dari ikut-ikutan ini adalah, transformasi saya menjadi siswa yang agak nakal.

Tas selempang
Waktu kelas satu saya masih menggunakan tas backpack, tapi sepertinya saya lupa sama sekali seperti apa rupa tas tersebut. Tapi saya masih bisa mengingat tas yang saya pakai saat kelas dua hasil ikut-ikutan trend. Tas berwarna merah api, berbentuk persegi panjang dengan dimensi sekitar 30x20 cm. Kadang di pakai menyilang badan, kadang di sandang di sebelah bahu. Kadang dengan tali pendek, kadang di dipanjangkan.

Sebagai anak yang agak culun dan kurang gaul, tas selempang adalah tas yang keren, dan membuat diri menjadi lebih percaya diri. Karena itu saat kenaikan kelas dan mendapat jatah tas baru, saya memilih model tas yang kecil tersebut. Hanya satu kekurangan tas selempang kecil tersebut, yaitu: Kecil.

Ukuran yang kecil menjadikan tas selempang saya tidak dapat membawa buku-buku paket pelajaran yang ukurannya lebar-lebar, besar, dan kebayakan berat. Tidak membawa buku tersebut ke sekolah cukup fatal. Bisa jadi kami sangat tertinggal dalam pelajaran, tentu meminta kawan untuk bersama-sama membaca buku miliknya akan agak mengganggu, sedikit atau banyak.

Solusinya, saya tinggalkan buku-buku paket tersebut di kelas. Seperti teman-teman saya yang lain lakukan, terutama laki-laki, hanya anak perempuan yang agak bandel yang meninggalkan buku di sekolah. Rasanya tidak ada anak laki-laki yang tidak bandel, bukankah begitu?

Tentu tidak ada masalah meninggalkan buku disekolah, karena biasanya hanya anak perempuan yang belajar dan mengerjakan PR dirumah, anak-anak bandel biasanya mengerjakan PR beberapa menit sebelum bel tanda masuk sekolah berbunyi. Kadang juga saat pelajaran lain sedang berlangsung sedangkan pelajaran guru yang memberikan PR agak siang. Bersyukur kalau pelajaran yang ada PR tersebut ada di jam pelajaran terakhir. Ini adalah contoh yang sangat buruk, bagi pelajar yang membaca ini, harap perhatikan bahwa perilaku seperti ini bisa adalah perilaku yang tidak baik dan jangan sampai dicontoh, apalagi sampai menjadi kebiasaan.

Kesimpulannya, harap diperhatikan oleh orang-orang tua. Salah membelikan tas dapat mempengaruhi cara dan kebiasaan belajar anak Anda.  :D

Sumber gambar: http://www.merkbranded.com/

4 comments:

  1. hihihih...saya juga suka tas selempang dibanding ransel..duh, jadi inget masa SMP deh, heheeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. tas selempang memang simple mbak, tapi kalau sering bawa barang banyak sebaiknya pakai tas ransel aja, seperti anak2 kampus... :)

      Delete
  2. Haha persis saya waktu itu, rambut belah tengah kalau ke salon bilangnya mo potong gaya mandarin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kita dari generasi yang sama... "D

      Delete