Tuesday, February 25, 2014

Antara Sombong dan Bangga

Semalam sempat membaca tulisan seorang teman yang muncul di beranda saya yang berbunyi, "Ternyata masih ada orang yang tak paham membedakan publikasi dan pamer."

Di jaman informasi seperti sekarang ini, menurut saya sungguh aneh kalau masih ada orang yang masih berpikiran seperti itu. Social Media adalah media bebas dan terbuka dimana hampir tidak ada batas bagi semua orang untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, kecuali batasan dari dirinya sendiri.

Mari kita telaah sedikit, apa yang disebut pamer?
Pamer adalah sebuah aksi seorang manusia untuk mempertunjukkan apa yang dimilikinya kepada orang lain dengan maksud untuk menunjukkan kelebihan dirinya. Pamer berbeda dengan pameran, pamer biasanya dilakukan satu orang atau sekelompok orang dengan motif untuk menyombongkan diri. Berdasarkan hadits dari Rasulullah, sombong memiliki pengertian "merendahkan orang lain".

Sombong berbeda dengan bangga.
Sebuah contoh, saat anda mengenakan sebuah celana baru yang bagus, Anda mungkin akan merasa bangga. Rasa bangga itu wajar, dan bukan sebuah dosa. Justru bisa mendatangkan pahala, misalnya, orang yang memandang akan menjadi senang karena melihat sesuatu yang indah, bisa juga orang menjadi terinspirasi untuk menggunakan pakaian yang bagus pula.

Namun akan berbeda saat merasa bangga dengan pakaian Anda, kemudian Anda mulai membandingkan diri dengan orang lain dan memandang rendah kepada orang lain, misalnya, "Celana ku bagus, tidak seperti milik si Anu, udah pudar, kucel, bolong-bolong lagi!", inilah yang kita sebut sebagai sombong. Tidak ada manusia yang berhak untuk sombong, karena saat dia merasa sombong, sebenarnya dia sedang merendahkan diri sendiri. Kenapa? Karena selalu ada langit di atas langit.

Namun, dunia ini sangat berwarna, dan tidak semua orang punya cara berpikir yang sama dengan kita. Saat kita menggunakan celana bagus tersebut, akan ada orang yang senang, tapi akan selalu juga ada yang tidak senang dan menganggap kita sombong (terlepas dari niat kita untuk bangga atau sombong), nah inilah orang yang songong... orang yang iri hati dan dengki. Tidak ada kebaikan yang bisa kita ambil dari orang-orang seperti ini kecuali pembelajaran untuk tidak menjadi seperti mereka.

Bagaimana cara menghadapi orang-orang songong ini? Caranya adalah dengan tidak menganggapnya penting, karena kita memang tidak mungkin untuk bisa menyenangkan semua orang dengan tindakan kita. Selalu ada yang tidak senang, sekali lagi, SE LA LU ! Jadi, selama kita yakin dengan apa yang kita perbuat itu baik dan bermanfaat, Keep Walking!

Kemudian, doakan mereka, semoga mendapatkan petunjuk-Nya dan mulai memperbaiki hatinya dan melakukan hal-hal yang baik juga serta tidak terjebak iri hati dan dengki yang hanya menghabiskan tenaga dan pikiran sekaligus waktu.

Tunggu... belum selesai, sekarang mari kita bahas tentang Publikasi. Publikasi adalah kata serapan dari bahasa Inggris, Publication, artinya (menurut saya) mungkin sama dengan pengumuman, yaitu sebuah usaha untuk memberikan informasi kepada banyak orang (masyarakat atau bisa kita sebut Publik) tentang sesuatu hal. Kegiatan "pameran" juga bisa kita sebut sebagai publikasi. Tapi artinya sangat berbeda dengan kata "Pamer".

Rasa bangga yang kita rasakan (seperti saat memakai celana baru dan bagus seperti ilustrasi di atas) bisa menjadi sebuah publikasi saat kita  mengumumkan bahwa kita menggunakan celana yang bagus tersebut. Namun tujuan dari publikasi celana kita bukan untuk menyombong, bisa saja karena kita ingin orang lain menggunakan celana yang bagus seperti punya kita. Bahkan, mungkin kita sedang mempromosikan celana bagus tersebut, karena kita penjualnya. Jadi, tentu kembali ke tujuan kita yang sesungguhnya.

Pastikan kita tidak menjadi orang yang sombong, dan, jangan sampai terjebak dalam iri hati dan dengki. Hanya kerugian yang akan didapatkan orang yang diluputi perasaan yang buruk tersebut.

0 comments:

Post a Comment