Skip to main content

Reorientasi Tujuan Blogging

Kemarin membaca beberapa artikel tentang blogging, isu utamanya tentang tips dan trik untuk membangun blog dengan uniq visitor hingga ribuan. Bagian yang paling saya sukai adalah, tidak ada cara yang instan. Semuanya harus dilakukan dengan kerja keras, tidak ada yang instan.

Namun ada satu bagian yang membuat saya agak tertohok dan jadi merasa pantas untuk frustasi. Penulis artikel tersebut mengatakan, "Untuk apa menulis kalau tidak ada yang baca". Membaca dalam hal ini adalah karena masuk dan halaman 1 atau 2 dari google. Saya pun jadi bertanya, untuk apa saya menulis kalau pengunjung blog yang sedang anda baca sangat rendah trafficnya?

Namun malam ini saya sadar, blog ini tidak hanya dibuat untuk menampung berbagai bentuk iklan yang bisa mendatangkan uang, tetapi juga dibuat sebagai salah satu ekspresi saya dalam bentuk tulisan. Dan menjadi media saya untuk berbagi tentang pengalaman hidup (walau sangat sedikit) yang telah saya jalani.

Seperti kata Christopher McCandless, Happiness only Real When Shared, seperti yang anda lihat tepat di bawah nama blog ini. 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Submit Artikel di Vivalog agar di Approve

Sudah bebeberapa artikel saya submit di vivalog , sudah beberapa kali malah, tapi tidak satu pun yang masuk dan di publish di sana. Rasanya agak frustasi juga (yang ringan saja), karena agak bertanya-tanya apa yang salah dari artikel saya. Saya pun mencari-cari apa yang salah dengan artikel yang saya submit di beberapa blog melalui google. Akhirnya karena tidak juga menemukan jawaban yang memuaskan saya melepas i-frame dari vivalog karena merasa ada ketidakadilan. Sementara saya memasang frame di blog saya, vivalog tidak menerima satupun artikel yang saya submit. Kemarin, saya mencoba kembali submit artikel di vivalog , Alhamdulillah, saya sangat bersyukur ternyata kali kemarin artikel saya bisa di approve dan di publish di vivalog. Bahkan langsung menjadi salah satu artikel populer, dan seperti penjelasan di banyak blog lainnya, visitor saya langsung meroket hingga sepuluh kali lipat. Rasanya jadi terbayar sekali saya membuat atau menyadur artikel di blog saya . Saya kemu

Horor Kampus IPB Baranangsiang

Kota Bogor memiliki banyak objek wisata yang menarik, salah satunya adalah bangunan kampus IPB Dramaga yang berada di tengah-tengah kota bogor, seberang jalan Kebun Raya Bogor. Sebagian area kampus ini sekarang telah menjadi bangunan yang kita kenal sebagai Mall Botani Square, Alhamdulillah pemerintah kota Bogor bersama pejabat-pejabat di Institut Pertanian Bogor telah menetapkan bangunan Kampus IPB Baranangsiang tersebut sebagai sebuah situs cagar budaya. Kampus IPB Baranangsiang tampak depan Sebagai salah satu bangunan tertua di kota Bogor, kampus IPB Baranangsiang memiliki banyak kisah Urban Legend. Beberapa yang paling terkenal adalah kisah tentang dosen misterius dan elevator tua. Kisah tentang dosen misterius saya dengar dari salah satu teman  sekelas saya di Pascasarjana ARL, beliau mendapatkan cerita itu dari seorang kakak tingkatnya. Jadi saya juga tidak mendapatkan langsung dari yang mengalaminya sendiri. Menurut cerita teman saya tersebut, pada suatu malam (kuliah

10 Perlengkapan Utama Kegiatan Alam Bebas

Sebagian perlengkapan petualangan alam bebas Menurut anda, apa perlengkapan paling penting dalam kegiatan di alam bebas ? Tentunya banyak jawaban yang mungkin bisa diberikan untuk jawaban ini, pun kita harus tahu dengan medan seperti apa yang akan kita jelajahi. Namun, bagaimanapun medannya, ada perlengkapan yang sebaiknya selalu kita bawa apapun makanannya, eh, apapun medannya. Secara garus besar, terdapat sepuluh perlengkapan utama yang harus selalu kita bawa saat berpetualang di alam bebas. Perlengkapan yang bisa membantu kita untuk mendapatkan kegiatan camping atau hiking yang aman, nyaman, dan seru. Sepuluh perlengkapan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Peralatan Navigasi Peralatan navigasi klasik terdiri dari kompas, peta, protractor, dan altimeter. Anda bisa mempelajari cara penggunaan perlengkapan navigasi ini sendiri dengan membaca buku atau mencari artikel di internet, tapi mungkin akan jauh lebih mudah dan cepat jika anda mempelajarinya dengan mengikuti pelati