Monday, January 13, 2014

Jakarta Banjir

Bencana, selalu menjadi momen yang menyedihkan. Kehilangan, kerugian, dan berbagai bentuk kesusahan lainnya datang secara bersamaan. Namun yang lebih menyedihkan bagi orang yang tidak sedang tertimpa bencana tersebut adalah penggunaan momen tersebut untuk kepentingan sebagian kelompok manusia lain.

Untuk orang yang sedang tertimpa musibah, mungkin tidak punya waktu untuk memikirkan oportunis-oportunis tersebut. Namun saat mereka mengetahui bahwa kesusahan mereka sedang ditunggangi, tentu akan menambah kesedihan mereka.

Jakarta hingga hari ini sedang banjir, sebagian besar wilayahnya telah terendam hingga 1 meter. Bahkan ada yang bilang sampai 3 meter. Semua warga Jakarta tentu kesusahan, tetapi sayangnya ada juga yang memanfaatkan ini untuk mengacungkan telunjuknya kepada orang-orang yang mereka anggap salah.

Jadi teringat lagu om Ebit G Ade..
"dalam kekalutan, masih banyak tangan, yang tega berbuat nista...."
Apakah yang dimaksud om Ebit dengan nista itu? Saya sendiri tidak tahu, tapi menurut saya pribadi, semua bentuk pengambilan keuntungan atas kejadian itu adalah bentuk perbuatan nista.

Semoga bencana banjir ini segera berakhir dan masyarakat diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan atas kejadian ini, Aamiin.

1 comment: