Wednesday, December 25, 2013

Itulah Indonesia!

Tidak banyak hutan yang masih tersisa di Indonesia, dan yang tersisa itu pun sebagian besar ada dalam kawasan konservasi yang dilindungi pemerintah. Bahkan, kawasan yang termasuk kawasan konservasi masih ada yang mengeksploitasinya.

Itulah Indonesia, seperti lirik salah satu kebangsaan kita "Dari sabang sampai merauke". By the way, saya jadi ingat kata-kata seorang peserta sebuah seminar yang pernah saya ikuti di kampus, peserta itu berasal dari kabupaten yang namanya disebut kedua dalam lagi kebangsaan tadi. Dia berkata yang kira-kira seperti ini, "seharusnya lagu itu di ubah judulnya.. dari merauke sampai sabang... bukankah matahari terbitnya duluan di merauke".

Protesnya itu berawal dari jawaban salah seorang presenter. Dalam seminar itu sang presenter makalah (yang juga pernah menjadi dosen saya) menyampaikan sebuah jawaban atas pertanyaan dari peserta yang lain. Jawaban tersebut mengarah ke penjelasan tentang kacaunya sistem hukum kewilayahan di negara kita ini, kemudian, mungkin karena bingung juga dengan carut-marut peraturan itu (yang sebenarnya simple tapi dicari-cari celahnya atau tidak di anggap oleh orang rakus), bapak pemakalah tadi menutup jawabannya dengan mengatakan.. Itulah Indonesia (dengan nada biasa dan cepat). Lalu dua kata penutup tadi diulang lagi olehnya, tetapi dengan nada berbeda. Nada yang ada dalam lagu kebangsaan kita yang saya sebut diawal tadi. "Itulah Indonesia!".

Mungkin terkesan pesimis, tapi saya pikir demikianlah yang jamak di sekitar kita. Saat mendengar berita atau cerita atau berdiskusi tentang korupsi, kolusi, nepotisme, politik uang, biaya pendidikan, sepak bola, sampah, sinetron, film murahan, dan sebagainya, kebanyakan kita (menurut saya) secara sadar atau tidak akan berkata dalam hatinya... "Itulah Indonesia!".

Tapi inikah Indonesia yang kita inginkan? Saya yakin tidak, saya yakin semua ingin yang terbaik untuk dirinya (untuk orang lain? Wallahualam). Walaupun kebanyakan orang masih saja berkata "saya ingin masuk surga", namun tetap juga ngumpulin "voucher" untuk ke neraka.

Mari berubah, mari jadikan Indonesia sebagai tempat yang kita inginkan. Seperti yang kita impikan bersama. Bukan mimpi orang perorang yang hanya memikirkan membangun istananya sendiri dengan  mencuri bahannya dari tanah orang lain. Tapi mimpi kita bersama.

2 comments:

  1. really nice post.. mencerahkan..

    :) suka suka suka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah...semoga bermanfaat ya mbak cantik... :D

      Delete