Tuesday, December 24, 2013

Hari kedua tanpa fb

Hari kedua, tanpa fb.
Rasanya sebenarnya biasa saja, tapi memang ada yang kurang rasanya. Tapi rasa yang kurang itu sebenarnya rasa yang tidak ada. Karena saat membuka fb juga tidak ada yang bisa dilakukan. Hanya lihat-lihat "apa yang kamu pikirkan?" versi orang lain. Kemudian komentar sepatah dua patah kalimat, lalu bingung lagi.

Kalau kemarin-kemarin dulu sering buka grup hobi, tetapi lama-lama bosan juga melihatnya kalau kita cuma sekedar melihat dan tidak melakukan hobi tersebut. Cuma jadi "silent reader" tidak enak juga rasanya, pun tidak ada yang bisa saya komentari karena bagaimana saya mau mengomentari kerja orang lain kalau saya tidak pernah melakukannya.

Ada juga grup blogging, senang sekali bergabung di sana.  Isinya sebenarnya bermanfaat. Tapi agak sepi dan kurang aktif, mungkin karena anggotanya memang tidak banyak, jadi seperti grup-grup lainnya, ajang silaturahmi. Mau menunjukkan blog sendiri juga malas jadinya, karena banyak orang seperti saya juga, malas untuk komentar. Apa juga yang mau dikomentari. Ada juga grup yang ramai, penghuninya enam kali lipat dari yang pertama saya sebut, tetapi  malah pasif parah.

Mungkin ada grup yang sepertinya sangat bermanfaat, manfaatnya yaitu sharing informasi. Grup ini diikuti oleh istri saya. Menurut ceritanya, grup ini sangat bermanfaat baginya dan banyak orang lain yang bergabung. Grup tersebut memang dikelola secara serius oleh adminnya, sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak penting dan mengganggu ketertiban umum grup tersebut. 

Kalau saya sendiri belum menemukan grup yang bisa berperan seperti yang diceritakan istri saya. Jadi, rasanya semakin useless untuk membuka fb.

Sumber gambar: http://stoicpoet.wordpress.com/2012/02/29/he-said-yes-3/useless/

0 comments:

Post a Comment