Wednesday, December 18, 2013

Durian Pontianak di Akhir Tahun

Seminggu yang lalu saya menyempatkan diri untuk membeli buah durian yang sedang masuk musimnya pada bulan desember ini. Karena bukan musim buah melimpah yang biasanya terjadi lima tahun sekali, jadinya harga buah durian pada tahun ini tidak terlalu bersahabat dengan dompet.

Kalau ingin membeli sotong pangkong di Pontianak, maka datanglah ke jalan Merdeka, tetapi kalau mencari durian, lihatlah di jalan teuku umar. Setahu saya jalan ini adalah tempat yang paling mudah bagi kita untuk mencari durian.

Berkendara menggunakan sepeda motor, saya dengan istri lewat di depan para penjual raja buah ini. Saat melihat salah satu lapak yang agak sepi, saya turun dari motor dan niatnya langsung memilih. Melihat harga Rp. 10.000,-, saya kemudian melihat-lihat buah mana yang mungkin paling bagus. Namun beberapa saat kemudian penjaga lapak itu menjelaskan bahwa buah-buah yang saya incar itu harganya bukan sepuluh ribu seperti yang tertulis di kertas yang di gantung dengan tali pada salah satu buah yang tergantung itu.

Ternyata hanya talinya saja yang numpang di buah durian yang tergantung, sedangkan harganya untuk buah yang ada di bawah. Buah yang bergangung harganya mencapai Rp. 20.000,-. Menurut saya, seperti itulah siasat mereka untuk memancing pelanggan, termasuk kami.

Karena wajah penjual yang kurang bersahabat ditambah dengan perasaan ttertipu dengan kertas harga durian, kami tidak jadi membeli pada mereka. Motor kembali saya hidupkan dan kami mulai bergerak. Tapi bukan bergerak pulang, kami memutar melewati jalan lain untuk kembali lagi jalan teuku umar. Melihat lapak yang lainnya, akhirnya kami memilih salah satu lapak dengan penjaganya yang menunjukkan wajah lumayan ramah dan tidak memaksa.Tiga buah durian cukup, lima puluh ribu meninggalkan dompet. Kami pun langsung meninggalkan deretan lapak-lapak musiman tersebut.

Malam itu kami langsung memakan salah satu buah durian yang kami beli, satu buah lagi kami makan keesokan harinya. Ada hal yang menarik pada buah kedua yang kami makan. Sejak pertama kali makan raja buah ini, saya selalu menemukan buah durian memiliki lima ruang buah. Namun buah kedua yang kami makan kali ini ternyata memiliki enam ruang buah. Tidak percaya? hitung belahan buah durian di foto diatas..

2 comments: