Sunday, November 24, 2013

Sepanjang jalan

Seorang teman berkata, sering sekali kita mendapatkan pencerahan pada saat-saat terakhir dari sebuah perjuangan. Inilah salah satu alasan kita tidak boleh menyerah walaupun sudah menjelang batas akhir. Mengingatkan saya pada gambar dua orang yang menggali tanah untuk menemukan emas, satu orang terus menggali dan menemukan emas yang dia cari, sementara satu orang lagi berhenti ketika cangkulnya hanya berjarak beberapa centimeter dari emas yang dia cari.

Namun ada fakta lain yang harus saya akui dalam perjalanan saya, dan mungkin banyak orang lainnya, mungkin. Seringkali saya kurang mengeluarkan segenap kemampuan saya untuk terus menggali apa yang di cari, saya lebih banyak berdiam diri dalam kebimbangan dan ketakutan bahwa saya tidak akan menemukan apa yang saya cari. Tidak maju kedepan, tidak juga mundur kebelakang. Diam mengawang.

Tentu saja kelakuan seperti yang saya sampaikan diatas adalah sebuah kezaliman terhadap diri sendiri. Pada dasarnya menurut saya, bukan ketakutan yang menjadi penyebab kebimbangan dan kediaman diri saya. Penyebab ke diaman itu adalah godaan dari rasa malas dan kurangnya motivasi.

Bagaimana hubungannya dengan pencerahaan pada saat akhir? Menurut saya itu berhubungan dengan motivasi yang meningkat seiring dengan waktu yang hampir habis. Saat terjepit kita lebih terdorong untuk melaksanakan tugas atau kewajiban kita. Sayangnya, saat kita mendapatkan motivasi itu kita tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menghasilkan yang terbaik yang kita mampu.

Bagaimana solusinya? yang kita perlukan adalah membangun motivasi sepanjang pencarian/tugas/kewajiban kita, sejak awal  hingga akhir. Satu-satunya yang perlu dikalahkan adalah diri sendiri yang sering memaafkan kemalasan kita. Mungkin sulit untuk dilakukan, tapi sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, kita pasti bisa. Dan, Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang tidak mampu di tanggung oleh hamba-Nya.

3 comments: