Monday, November 25, 2013

Dehidrasi dan panas dalam

Beberapa hari kemarin saya sempat merasakan dehidrasi, kulit bibir  terasa kering sekali. Bahkan sempat terasa seperti luka pada saat bangun tidur. Dalam beberapa hari itu saya bertanya-tanya apa gerangan yang membuat saya mengalami dehidrasi. Padaha saya sudah sering mengalaminya, tapi saya lupa dengan pengalaman saya tersebut. Saat teringat dengan tulisan tentang dehidrasi ini, saya jadi ingin menulisnya lagi, tapi tentu saja ada bedanya.

Dulu saya ceritakan tentang panas dalam saya disini, beberapa waktu kemudian istri saya menginformasikan kepada saya bahwa sebenarnya yang kita maksud dengan panas dalam itu adalah dehidrasi. Karena tidak ada istilah panas dalam dalam dalam dunia kedokteran.

Setelah saya pikir-pikir, benar juga apa yang pencuri hati saya itu katakan. Saya berpikir bukannya meragukan, tetapi kita tidak boleh asal percaya dengan suatu berita tanpa menelaah atau mencari informasinya secara lebih mendalam. Bukankah begitu?

Saya sendiri berpikirnya tidak sampai kemudian mencari informasi yang lebih mendalam. Cukup dengan menelaah gejala-gejala yang saya alami. Apa sajakah gejala itu?

Bibir kering dan pecah-pecah, gejala ini sangat mudah saya rasaknan dan lihat. Jika terus dibiarkan kering bibir kita bisa mengalami luka karena seringkali saya tanpa sadar mengusapnya.

Terus menerus kehausan, rasa haus merupakan anugerah yang sangat besar dari Tuhan untuk manusia. Jika tidak merasa haus, manusia bisa saja tiba-tiba mati karena kekeringan. Kehausan ini membaut saya terus menerus ingin minum. Bagi saya ini tidak menjadi masalah, karena dengan banyak minum akan mengobat dehidrasi saya dengan sendirinya. Walaupun konsekuensinya jadi mondar mandir ke belakan.

Tenggorokan kering, tentu saja, kalau haus pastinya tenggorokan kering, bahkan bisa sampai perih. Artinya tenggorokn mendambakan air mengaliri permukaannya.

Badan terasa panas, saat mengalami dehidrasi sebenarnya saya merasa seluruh tubuh saya yang panas. Tetapi karena terasa kering sekali di dalam tubuh (tenggorokan), maka banyak orang yang menyebutnya sebagai panas dalam, mungkin.

Saat dehidrasi saya mudah terkena sariawan, menuru saya sariawan adalah sebuah pesan bahwa tubuh aktif melakukan perlawanan dan menang. Karena kalau sedang lemah, yang meradang adalah sistem limfa saya. Saat itu sistem pertahanan tubuh sedang  memberikan perlawana keras terhadap invader.

Itulah pengalaman saya beberapa hari kemarin dengan panas dalam, atau dehidrasi. Btw, penyebabnya simple (kata Jokowi), terlambat mandi pagi atau tidak mandi pagi. Tapi saya baru sadar juga kalau beberapa hari kemarin, cuaca memang agak panas. Itu saya dengar dari pegawai kampus. Jadi mungkin itu juga mendorong dehidrasi saya.

0 comments:

Post a Comment