Monday, June 11, 2012

Jackpot dalam Mobil

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 2 Juni 2012, saya  mengikuti fieldtrip salah satu mata kuliah yang sebenarnya tidak saya ambil dalam sks saya, tapi karena perjalanan tidak membatasi peserta harus mengambil mata kuliah bersangkutan jadi saya ikuti saja. Selain itu juga sekalian saya menemani istri yang mengambil mata kuliah tersebut, daerah tujuan fieldtrip ini adalah kabupaten Tasikmalaya, tepatnya lagi di Kampung Naga yang dikenal sebagai salah satu kampung yang masih sangat mempertahankan budaya tradisionalnya dan menolak infiltrasi teknologi modern kedalam kampungnya.

Perjalanan atau jalan-jalan atau apalah namanya memang hampir selalu menyenangkan, namun tidak berarti semua hanya tentang kesenangan karena ada juga bagian yang kurang menyenangkan. Jangan memikirkan uang sebagai bagian yang kurang menyenangkan tersebut, karena itu memang konsekuensi wajib kalau ingin jalan-jalan. Jadi apa yang tidak menyenangkan itu?

Perjalanan saya ke Tasikmalaya kemarin menyisakan aib bagi saya sebagai orang yang senang dengan jalan-jalan, aib tersebut adalah Mabuk darat atau mabuk kendaraan. Bagaimana mungkin seorang traveler mabuk di jalan? Atau memang traveler amatir? hehehe.
Dengan berbagai kilah saya menjawab teman yang sedikit mengejek tentang mabuknya saya, namun menurut saya alasan yang saya sampaikan untuk membela diri cukup logis.

Berdasarkan pemikiran sepanjang jalan hingga pulang, ada beberapa hal yang menjadi penyebab saya mabuk dan jackpot berkali-kali dalam mobil yang saya tumpangi. Beberapa hal tersebut yaitu;
  • Badan yang kurang fit, satu malam sebelum keberangkatan saya bermain futsal dengan teman-teman yang sama-sama menerima beasiswa unggulan kuliah dari Dikti. Setelah berbulan-bulan tidak bermain futsal tampaknya badan saya terkejut dengan permainan saya yang mungkin terlalu bersemangat, sehingga badan saya menjadi kurang fit keesokan harinya hingga keberangkatan.
  • Masuk angin, mungkin kesannya penyakit orang tua ya! Padahal saya belum tua-tua amat. Masuk angin ini saya perkirakan penyebabnya masih berhubungan dengan futsal malam jumat, karena pulang dari lapangan futsal dengan kondisi badan berkeringat sehingga pori-pori lumayang terbuka lebar badan saya terpapar angin malam cukup lama karena jarak lapangan futsal tersebut cukup jauh dari rumah saya.
  • Perubahan ketinggian yang terlalu drastis, mobil yang saya tumpangi melaju dengan bebas karena berangkat dari bogor pada waktu dini hari. Memang berangkat dini hari karena kami menghindari macet,selain itu kami akan lebih awal sampai di Kampung Naga. Namun perjalanan yang terlalu cepat sampai di kawasan puncak yang sudah mencapai 1000 mdpl merangsang rasa mual di perut saya, hal ini bisa disebabkan karena jumlah oksigen diudara yang masuk kedalam paru-paru berkurang dengan cepat seiring dengan bertambahnya ketinggian.
  • Posisi di dalam mobil, mungkin hal yang satu ini menurut saya tidak terlalu berpengaruh, namun menurut teman-teman salah satu penyebab jackpot saya berkali-kali adalah duduk saya di bagian paling belakang sehingga hentakan-hentakan mobil akibat jalan yang kurang mulussangat terasa.
  • Kondisi jalan yang berkelok-kelok, terakhir saya merasakan jalan berkelok yang seekstrim jalan ini adalah jalan kelok sembilan di Sumatra Barat yang saya rasakan saat masih berusia enam tahun. Jalan yang berkelok-kelok membuat perut saya terasa seperti diaduk-aduk dan menuntut agar isinya dikeluarkan dengan segera dari atas. Adukan kelokan ini semakin parah karena tidak hanya secara horizontal, tapi juga secara vertikal karena sambil berbelok ketinggian juga berubah-ubah naik turun.
  • Pengap di dalam mobil, hal ini memang sangat menggangu saya karena saya tidak tahan berada terlalu lama dalam ruangan yang kecil, selain bau mobil yang bagi saya kurang menyenangkan. Hal ini juga ditambah dengan dinginnya AC yang bagi saya kurang sehat. Baunya udara dari AC selain kurang nyaman juga kurang alami.
Demikianlah penyebab-penyebab mabuknya saya selama perjalanan dari Bogor ke Tasikmalaya, mungkin tidak terlalu penting tapi menurut saya bisa bermanfaat bagi pembaca yang akan melakukan perjalan jauh sehingga pemabaca bisa menghindari mabuk di jalan dan mendapatkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

0 comments:

Post a Comment